Archive for the "diving" Category

Cuara Buruk Kunjungan ke Bali Water Sports Menurun

Cuaca buruk yang melanda perairan Pulau Bali dan sekitarnya turut menimbulkan kekhawatiran di kalangan wisatawan. Terbukti, jumlah mereka yang ingin melakukan kegiatan water sport  mengalami penurunan hmgga 20 persen.

Ketua DPC Gabungan Wisata Bahari (Gahawisri) Badung, beberapa hari yang lalu mengatakan, tingginya gelombang disertai angin kencang memicu menurunnya minat wisatawan melakukan aktivitas di laut seperti diving, memancing dan parasailing. “Sejak lima hari lalu, kunjungan wisatawan ke wisata bahari mengalami penurunan dibandingkan hari biasanya. Bahkan, penurunan itu mencapai 20 persen. Kami melarang menjual paket parasailing dan trolling fishing,” katanya.
Menurutnya, low season atau musim sepi pengunjung seperti sekarang ini kunjungan wisatawan hanya mencapai rata-rata 3 ribu orang per hari. Sejak cuaca buruk belakangan ini, junilah tersehut berkurang  menjadi rata-rata 2.400 orang per hari atau anjlok sekitar 20 persen dan hari biasanya.
Selain memberlakukan larangan hagi wisatawan untuk bermain parasailing dan trolliag fishing, sejumlah wisatawan juga banyak yang enggan melakukan wisata bahari.  “Begitu mereka melihat cuaca bunik, mereka mengurungkan niatnya menikmati wisata bahari,” ucapnya.
Dikatakan pihaknya helum bisa memastikan sampai kapan penurunan kunjungan wisatawan itu akan terjadi. Pasalnya,  hingga hari kemarin, cuaca masih tergolong tidak bersahabat. “Kami belum bisa pastikan, sampai kapan kunjunganwisatawan akan pulih lagi” ujarnya.
Kendati demikian untuk keamanan pengunjung, terus koordinasi dengan BMKG untuk memastikan cuaca pulih dan kembali membuka parasailing. Sebab, kegiatan ini merupakan kegiatan yang paling bahaya saat cuaca buruk seperti sekarang.
Sementara itu pengusaha water sport, mengatakan minimnya wisatawan yang melakukan aktivitas wisata seperti parasaiing, diving dan snorkeling akan terus terjadi hingga cuaca kembali membaik. Selama cuaca masih seperti ini otomatis usaha kami akan terus merugi.

 

Guide Rafting bisa Bergabung dengan HPI

Pemandu wisata (guide) rafting, diving dan snorkeling merupakan bagian profesi sebagai pramuwisata. Ketua DPD HPI Bali mengatakan, guide rafting, diving dan snorkeling ini bisa masuk menjadi bagian anggota HPI dalam satu komisariat khusus.

Saat ini guide khusus yang sudah masuk sebagai bagian anggota HPI Bali adalah guide pendaki gunung. Guide pendaki gunung ini memiliki keahlian khusus berupa mendaki gunung dan memberikan penjelasan kepada wisatawan pecinta alam tersebut dalam bahasa asing.

Guide pendaki gunung seperti di wilayah Kintamani sudah tergabung dalam satu asosiasi. Salah satu contoh pendaki Gunung Batur sudah tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Pendaki Gunung Batur (HPPGB). HPPGB memiliki anggota sekitar 51 orang pramuwisata pendaki gunung. HPPGB ini sudah resmi di bawah HPI Bali karena bagian dari pramuwisata. Dan HPPGB ini sudah menjadi salah satu komisariat di HPI Bali.

Para guide diving, guide snorkeling, guide rafting bisa menjadi anggota HPI Bali, karena mereka memiliki profesi sebagai pramuwisata dengan keahlian khusus. Guide rafting, diving dan snorkeling ini juga memberikan petunjuk dalam mengantar wisatawan dalam kegiatan wisata bahari.

Selaku guide, mereka bisa bergabung dalam satu komisariat khusus di bawah HPI Bali. Salah satu contoh komisariat dari guide rafting, diving dan snorkeling tersebut bisa diberi nama komisariat pramuwisata wisata bahari.

Sementara itu, untuk merangkul guide rafting, snorkeling dan diving tersebut, HPI Bali akan berkoordinasi dengan Disparda Bali dan Gahawisri Bali. Jika Gahawisri memandang perlu, guide itu bisa diarahkan masuk dalam bagian anggota HPI Bali dalam komisariat khusus.

Selain itu, untuk memasukkan guide tersebut sebagai anggota HPI juga perlu pembicaraan yang mendalam antara HPI, Disparda Bali dan Gahawisri. Sama seperti halnya pramuwisata di darat, HPI bersama Disparda dan Gahawisri juga bisa menyelenggarakan diklat dan memberikan uji sertifikasi kepada guide diving, snorkeling dan guide rafting. Selanjutnya setelah mengikuti diklat dan lulus sertifikasi, guide rafting, diving dan snorkeling ini bisa menjadi bagian dari anggota HPI dalam satu komisariat wisata bahari. Guide rafting ini memerlukan keahlian khusus untuk mengetahui kecepatan air, menghadapi rintangan batu termasuk keterampilan beretika di depan wisatawan. Selain pengetahuan tentang wisata tirta dan bahasa asing, guide rafting ini harus tahu tentang etika dalam memandu wisatawan rafting.

 

Mengenal Lebih Dekat Tentang Diving

Menyelam atau lebih dikenal dengan istilah scuba diving adalah salah satu cara untuk memasuki dunia keindahan bawah laut. Menyelam atau diving menawarkan kehidupan petualangan yang menakjubkan dan memacu adrenalin bagi yang mencobanya. Hanya sedikit orang yang pernah merasakan dan secara langsung menyaksikan dan mengalami serta melihat indahnya dunia bawah laut. Tentu saja ini menjadi pengalaman tak terlupakan bagi yang pernah mencobanya.

Bali Diving

Bali Diving

Menyelam menjadi aktivitas yang dapat mendekatkan diri dan mancintai alam. Menyelam adalah rekreasi dan wisata yang berwawasan llingkungan. Untuk dapat rnenyelam digunakan 2 cara yaitu snorkeling / skin diving dan scuba diving. Perbedaan antara snorkeling/skin diving adalah:

Skin Diving:kegiatan ini dilakukan di permukaan air dan pada kedalaman yang relatif dangkal, serta waktu penyelaman yang relatif terbatas, bergantung kepada teknik kemampuan penyelam dalam menahan nafas. Peralatan yang dibutuhkan saat akan skin diving tidak terlalu banyak seperti scuba diving, yaitu hanya dibutuhkan masker beserta snorkel-nya, kemudian fins dan bagi yang belum terlalu pandai berenang bisa rnemakai juga live vest atau rompi pelampung tambahan.

Scuba diving kegiatan ini dilakukan di bawah permukaan laut dengan kedalaman yang lebih dalam serta waktu penyelaman yang lebih lama, tetapi dibutuhkan peralatan pendukung yang lengkap seperti regulator, BCD, tank, dsb. Peralatan tersebut dinamakan SCUBA yang merupakan kepanjangan dan Self Contained Under Water Breathing Apparatus. Untuk menggunakan peralatan tersebut sangat diperlukan pelatihan melalui kusus dibawah panduan instruktur secara langsung.

Dengan pelatihan yang benar dan tepat serta seorang instruktur yang professional maka penyelaman akan rnengembangkan pengetahuan dan kemampuan secara menyeluruh dan lebih mendalam. Selama pelatihan selam akan diajarkan mengenai teori dan praktik yang berhubungan dengan penyelaman. Sertifikat akan diberikan setelah selesai mengikuti pelatihan. Dengan rnemenuhi seluruh standar yang berlaku, sertifikasi selam yang dimiliki berlaku secara international. Jadi tak perlu kuatir seat akan menyelam di luar perairan Indonesia, karena sertifikat SSI sudah diakui di seluruh dunia. Tanpa sertifikat menyelam orang tidak diperbolehkan rnenyelam bahkan saat akan menyewa peralatan pun diharuskan memperlihatkan sertifikat. Ada berbagai macam organisasi selam yang memberikan pelatihan dan sertifikasi menyelam. Dalam memilih kursus dan pelatihan diving pilihlah organisasi yang memiliki sertifikat yang berlaku dan diakui secara internasional.

Syarat Untuk Diving:

  • Sehat jasmani dan rohani
    Kesehatan merupakan hal yang mutlak dan harus diperhatikan sebelum anda memutuskan mengikuti pelatihan diving, maka dari itu ada baiknya juga anda melengkapi surat keterangan sehat dan Iayak secara medis dari dokter atau rumah sakit sebelum anda memulai mengikuti pelatihan diving, hal tersebut penting dan menjadi syarat utama.
  • Usia minimum 15 tahun
    Siapun anda yang berusia minimum 16 tahun dan tentunya memiliki kondisi tubuh yang sehat dapat mengikuti pelatihan diving. Untuk peserta yang berusia di bawah 15 tahun yang dapat mengikuti pelatihan diving, tetapi sertitikat yang diberikan berbeda, pada usia 15 tahun diberikan sertifikat open water junior.
  • Memiliki kemampuan di air / watermanship
    Banyak anggapan umum yang menyatakan bahwa untuk menjadi seorang penyelam diperlukan kemampuan berenang yang hebat seperti seorang atlet. Apakah hal tersebut itu benar? Jawabannya tidak terlalu benar, untuk menjadi seorang penyelam anda tidak harus memiliki kemampuan seperti seorang atlet renang, tetapi cukup dapat berenang sejauh 200 meter, berenang dengan jarak 12 meter di bawab air (Apnea/ menahan nafas) dan dapat mengambang di permukaan selama 10 menit tanpa bantuan alat (water trapen)