Archive for the "Berita bali" Category

Wisatawan Muda Rusia Lebih Memilih Kawasan Kuta

Wisatawan Rusia yang banyak berlibur ke Bali tahun 2010 di antaranya merupakan wisatawan yang berusia muda. Konsul Kehormatan Rusia mengatakan wisatawan muda Rusia ini lebih banyak menyasar kawasan Kuta dan kawasan wisata lainnya di Bali.

Wisatawan Rusia yang berpendapatan menengah ke atas rata-rata memilih menginap di kawasan Nusa Dua. Mereka berlibur ke Bali memang mencari ketenangan dan kenyamanan. Hotel-hotel di Nusa Dua lebih menampilkan alam pantai yang tenang. Sebaliknya, wisatawan muda dari Rusia memilih kawasan wisata di Bali yang ramai wisatawan seperti Kuta.

Selain memanfaatkan jasa biro perjalanan wisata (BPW) wisatawan berusia muda yang berlibur ke Bali di antaranya langsung ke Bali dan tidak memanfaatkan jasa BPW. Mereka memesan kamar melalui jalur internet. Salah satu kawasan yang dipilih wisatawan Rusia berusia muda ini adalah Kuta. Wisatawan Rusia ini memilih Kuta untuk mendapatkan harga kamar yang lebih murah. Mereka berharap menginap di Kuta sehingga bisa bermain surfing.

Konsul Kehormatan Rusia di Bali tetap berharap kepada wisatawan Rusia muda ini berhati-hati ketika menginap di kawasan Kuta termasuk kawasan wisata lain di Bali. Mereka terutama diharapkan tidak menggunakan barang berharga yang terlalu menonjol sehingga tidak menjadi sasaran tindak kejahatan.

Berdasarkan data yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Bali kunjungan wisatawan Rusia ke Bali pada Januari-April 2010 sebanyak 24.970 orang. Sementara kunjungan wisatawan Rusia ke Bali Januari-April 2009 sebanyak 25.165 orang. Bila dikalkulasi kunjungan wisatawan Rusia ke Bali pada Januari-April 2010 mengalami penurunan sebesar 0,77 persen dibandingkan kunjungan wisatawan Rusia ke Bali pada Januari-April 2009.

Sementara itu, adanya gejolak/gangguan keamanan di beberapa kawasan Rusia seperti Vladivostok dan Novosibirsk tidak terlalu mempengaruhi kunjungan wisatawan Rusia ke Bali. Penyumbang wisatawan Rusia ke Bali lebih banyak dari Kota Moskow. Sementara Kota Moskow dari sisi letak geografis jauh dari Vladivostok dan Novosibirsk.

 

Liburan Sekolah, Animo Wisdom Mendaki Meningkat

Musim liburan sekolah yang berlangsung hampir sebulan, menyebabkan intensitas wisatawan untuk melakukan pendakian ke puncak Gunung Batur Kabupaten Bangli ini diprediksi meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, wisatawan yang melakukan pendakian umumnya masih didominasi oleh kalangan pelajar atau mahasiswa yang ingin mengisi libur dengan wisata mendaki.

Meski terjadi peningkatan, namun secara ekonomis ini belum menjamin peningkatan pendapatan bagi para pemandu pendaki Gunung Batur. Pendaki lokal misalnya mahasiswa maupun siswa di Bali, ketika melakukan pendakian biasanya melakukan pendakian secara mandiri atau didampingi oleh guru pendamping atau teman-teman mereka yang sudah memiliki pengalaman mendaki Gunung Batur. Dengan demikian, otomatis para pemandu setempat tidak memungut biaya kepada para pendaki.

Meski demikian, pada bulan Juli hingga Agustus mendatang jumlah wisatawan yang akan melakukan pendakian ke puncak Gunung Batur diperkirakan juga akan mengalami kenaikan. Mengingat bulan-bulan ini merupakan puncak musim pendakian ke Gunung Batur. Bulan Juli dan Agustus merupakan puncak musim kemarau sehingga pendaki akan memilih bulan-bulan ini untuk mendaki.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Pramuwisata Pendakian Gunung Batur (HPPGB) membenarkan, jika puncak pendakian yang dilakukan oleh wisatawan mancanegera ke Gunung Batur umumnya berlangsung antara Juli dan Agustus. Meski ini belum merupakan jaminan, namun trennya memang seperti itu.

 

Konflik Israel Tak Mempengaruhi Kunjungan Wisatawan Eropa ke Bali

Banyaknya aksi unjuk rasa dari beberapa negara di dunia yang mengecam serangan Israel terhadap armada kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza beberapa waktu lalu, tidak akan mempengaruhi sektor pariwisata Bali.

Konflik tersebut hanya terjadi di wilayah Israel dan Palestina. Sementara jarak kawasan pasar pariwisata Bali seperti Eropa relatif jauh dari wilayah konflik Israel-Palestina. Meski terjadi ketegangan di kedua kawasan tersebut, wisatawan mancanegara seperti dari Eropa akan tetap berlibur ke Bali.

Sementara itu, aksi unjuk rasa yang terjadi di Eropa mengecam serangan Israel terhadap armada kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza beberapa waktu sebelumnya, pada dasarnya tidak akan mempengaruhi kunjungan wisatawan dari Eropa ke Bali. Ini dengan syarat kondisi keamanan di Indonesia termasuk Bali relatif kondusif setelah unjuk rasa yang mengecam penyerangan yang dilakukan Israel di jalur Gaza.

Meski terjadi aksi-aksi unjuk rasa di Indonesia terkait penyerangan Israel tersebut diharapkan tidak mengganggu sektor keamanan Bali. Wisatawan dunia termasuk dari Eropa akan berkunjung ke Bali jika keamanan di Bali termasuk di Indonesia kondusif.

Selain itu, beberapa negara-negara seperti di Eropa yang warganya melakukan unjuk rasa yang intinya mengecam penyerangan Israel terhadap armada kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza. Aksi unjuk rasa tersebut tidak ada kaitannya dengan sektor pariwisata.

Bagi wisatawan mancanegara yang berlibur ke Bali, akan tetap berlibur meski terjadi ketegangan di Israel. Wisatawan seperti dari Eropa, Asia termasuk Timur Tengah memiliki jadwal berlibur yang telah dirancang dalam waktu yang lama.

liburan tersebut akan tetap berlangsung jika kondisi keamanan kawasan pariwisata yang dituju seperti pariwisata Bali relatif kondusif. Ini terkecuali wisatawan asal Israel dan Palestina yang sedang menghadapi konflik tersebut tidak bisa berlibur ke Bali karena adanya kemungkinan ancaman gangguan keamanan di kedua wilayah tersebut.

Selain itu, sampai saat ini tidak ada travel warning bagi Indonesia dari negara lain yang muncul sebagai imbas dari konflik Israel-Palestina. Penerbangan dunia juga tidak terganggu dengan adanya konflik Israel-Palestina.

Jalur penerbangan seperti dari Eropa tidak melalui kawasan konflik Israel-Palestina. Ini bisa dipastikan wisatawan dunia seperti dari Eropa, Asia termasuk Timur Tengah bisa dengan aman dan nyaman berlibur ke Indonesia termasuk ke Bali.

Data yang tercatat di Disparda Bali, total kunjungan wisatawan dari Eropa ke Bali tahun 2009 mencapai 590.047 orang. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) langsung ke Bali pada tahun 2009 mencapai 2.229.945 orang.

Jika kondisi Indonesia dan Bali relatif aman termasuk tidak terpengaruh imbas konflik Israel-Palestina, kunjungan wisman ke Bali 2010 dipastikan melebihi kunjungan wisman 2009.

 

Objek Wisata Air Panas di Tabanan Berpotensi Dikembangkan

Objek wisata seperti Tanah Lot dan Bedugul sudah menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Tabanan, selain itu Tabanan juga memiliki potensi alam berupa air panas. Objek wisata itu terdapat di Penebel dan Baturiti.

Objek wisata air panas yang sudah mendapat penataan adalah objek wisata air panas di Desa Penatahan, Penebel dan objek wisata Angseri, di Desa Angseri, Baturiti. Sementara untuk objek wisata air panas lainnya, mulai ditata secara perlahan.

Objek wisata air panas yang berlokasi di Desa Penatahan, memang objek wisata yang sudah dikelola dengan baik dengan manajemen yang profesional. Sementara objek wisata air panas Angseri, memang ditata belakangan dibandingkan dengan objek wisata air panas Penatahan. Namun demikian, kunjungan wisatawan ke objek wisata ini cukup menggembirakan terutama saat hari raya dan liburan sekolah.

Kedua objek wisata tersebut memang sudah mulai dikenal dan dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara, terutama saat liburan dan hari raya.

Selain itu, potensi alam berupa air panas memang banyak ada di Kecamatan Penebel. Selain di Penatahan, juga ada di Belulang. Ke depan akan ditata sedemikian rupa, sehingga mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Belulang, sebagaimana layaknya objek wisata air panas lainnya di Tabanan.

Objek wisata air panas, di samping mampu membuat rileks, juga diyakini oleh warga berkhasiat menyembuhkan beberapa jenis penyakit kulit. Terlepas percaya atau tidak warga meyakini kalau air panas di daerah atas itu berkhasiat bisa menyembuhkan penyakit kulit.

Ke depan obyek wisata ini akan terus dilakukan pembenahan. Salah satunya melengkapi sarana kesehatan berupa toilet bertaraf internasional, namun akan tetap menampilkan bangunan ciri khas Bali.

 

Tunggu Aturan untuk Keluarkan Sertifikat Guide Rafting

Guna meningkatkan kualitas SDM guide rafting di Bali, tentu mesti diikuti dengan diklat termasuk proses sertifikasi. Untuk saat ini, Disparda masih fokus pemberian diklat, sementara untuk pemberian sertifikat bagi guide rafting, masih menunggu aturan pendukung.

Untuk kegiatan wisata bahari di laut seperti diving , guide diving sudah dilengkapi dengan sertifikat. Sertifikat ini bisa diperoleh pada pelatihan diving yang diberikan lembaga berstandar internasional yang ada di Bali. Adapun yang perlu mendapatkan perhatian adalah guide rafting karena belum ada lembaga yang bisa memberikan sertifikasi. Disparda Bali saat ini baru memberikan bimbingan teknis (bintek) kepada guide rafting di Bali. Dari bintek tersebut, Disparda memberikan surat keterangan telah mengikuti bintek.

Dalam bintek tersebut, Disparda Bali memberikan penjelasan keahlian apa yang wajib dimiliki pemandu wisata bahari termasuk guide rafting maupun guide diving. Setelah mengikuti bintek, guide rafting ini perlu melalui uji sertifikasi.

Sementara itu, Disparda masih menunggu aturan yang memperkuat untuk bisa memberikan sertifikasi bagi guide rafting. Jika aturan tersebut telah ada, surat keterangan bintek yang telah dikantongi guide rafting bisa dijadikan dasar untuk mengikuti uji sertifikasi yang dilakukan Disparda Bali. Disparda tetap berharap ke depan guide rafting memiliki sertifikat yang setara dengan pramuwisata lainnya.

Selain itu, untuk memberikan sertifikasi bagi guide rafting ini, memerlukan proses yang panjang. Ini termasuk Disparda Bali masih menunggu dikeluarkannya dasar hukum yang kuat bagi Disparda untuk mengeluarkan sertifikat bagi guide rafting di Bali. Sementara, untuk memasukkan guide rafting dan guide diving dalam HPI Bali mesti dibicarakan lebih lanjut dengan Gahawisri Bali.

 

Bali Potensial Jaring Wisatawan Inggris

Keindahan alam bawah laut yang dikemas dalam wisata bahari, pantai, serta iklim tropis yang dimiliki Bali menjadi salah satu potensi untuk menjaring wisatawan Inggris berkunjung ke Pulau Dewata.

Sejumlah pelaku pariwisata Bali mengatakan, deburan ombak pantai dengan biota lautnya yang menawan membuat wisatawan Inggris kepincut. Di samping tertarik dengan aktivitas budaya, destinasi yang memiliki keindahan pantai juga menjadi tujuan favorit bagi wisatawan Inggris. Pantai Dreamland menjadi salah satu tujuan selama berlibur di Bali.

Kecintaan wisatawan Inggris terhadap objek wisata yang beriklim tropis, dikarenakan iklim di negaranya sangat dingin, meski musim panas, sehingga mereka mencari destinasi wisata yang memiliki pantai untuk mendapat sinar matahari.

Untuk menyasar wisatawan Inggris, diperlukan promosi lewat media online. Karena berdasarkan data menunjukkan 76 persen warga Inggris memanfaatkan fasilitas internet untuk memilih akomodasi, pemesanan tiket pesawat dan destinasi wisata yang akan dikunjungi.

Selain memanfaatkan akses internet dalam menentukan destinasi yang akan dituju, wisatawan Inggris banyak yang memanfaatkan agen perjalanan. Terutama yang berkunjung ke long-haul destination (destinasi wisata yang jauh dari negaranya). Wisatawan Inggris terkadang tidak terlalu yakin dengan booking melalui internet. Di samping itu faktor biaya, di mana agen perjalanan sering memberikan keringanan biaya penerbangan dalam jumlah peserta yang banyak.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Bali, Inggris mempunyai andil 3,56 persen dalam memasok turis ke Bali dari total kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 356.704 orang selama periode Februari 2010. Kedatangan wisatawan Inggris ke Bali selama periode tersebut mencapai 12.708 orang atau 34,86 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

 

Pembenahan Museum Mulai dilakukan Pemerintah

Untuk mewujudkan Visit Museum Year 2010, pemerintah pusat berupaya melakukan pembenahan museum di Indonesia. Pembenahan itu dilakukan karena banyak museum milik pemerintah di Indonesia kondisinya sangat memprihatinkan. Kebanyakan museum tersebut kondisinya memprihatinkan, baik dari sisi infrastruktur maupun manajemen pengelolaannya.

Kondisi museum di Bali dibandingkan di kota lain, tergolong dalam keadaan baik, ditinjau dari infrastruktur maupun manajemennya dibanding daerah lain di Indonesia. Yogyakarta misalnya, sebagai salah satu destinasi wisata, pengelolaan museumnya tidak merata. Dalam artian, hanya pihak swasta gencar melakukan pembenahan yang berbuah pada baiknya kualitas museum.

Sebaliknya, pemerintah daerah setempat tidak terlalu peduli. Bahkan, tidak ada anggaran khusus untuk pengelolaan dan perawatan museum yang bernilai sejarah itu.

Dibandingkan dengan kondisi tersebut, Museum di Bali selalu diberikan untuk melakukan revitalisasi. Pemda di Bali sudah sangat peduli terhadap keadaan museum, sehingga keadaannya baik. Demikian pula dengan pihak swasta.

Namun, bantuan dari pemerintah pusat untuk revitalisasi museum di Bali untuk tahun 2010 masih ditunda. Bantuan sejumlah 2 milyar rupiah tahun ini akan diberikan kepada empat museum di luar Bali, yang kondisi sangat memprihatinkan. Empat museum tersebut terletak di Pontianak, Jawa Timur, Jambi dan Mataram. Sedangkan museum di Bali diperkirakan mendapat bantuan tahun depan.

 

Wisatawan Lansia Perlu Fasilitas VoA Dua Bulan

Tidak semua calon wisatawan asing bisa mengurus visa kunjungan di negara asalnya. Mereka di antaranya banyak yang memanfaatkan fasilitas Visa on Arrival (VoA) untuk berlibur ke Bali.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar mengatakan, pemerintah pusat mesti mempertimbangkan untuk memperpanjang rentang waktu pemberlakuan VoA menjadi 2 bulan sehingga wisatawan lansia khususnya dari Eropa bisa memanfaatkan waktu liburannya lebih panjang di Bali.

Selain itu, kesulitan untuk mendapatkan visa di negara asalnya membuat wisatawan asing bertujuan ke Indonesia memanfaatkan fasilitas yang diberikan pemerintah Indonesia mengurus VoA langsung di daerah tujuan di Indonesia. Tidak heran, banyak wisatawan yang berlibur ke Bali banyak memanfaatkan fasilitas VoA yang diberikan pemerintah pusat.

Kebijakan VoA yang dikeluarkan pemerintah pusat sudah sangat tepat. Hanya saja, perlu dipertimbangkan rentang waktu pemberlakuan fasilitas VoA ini bisa diperpanjang. Selama ini VoA yang dikeluarkan pemerintah hanya berlaku maksimal 1 bulan. Jika memungkinkan rentang waktu berlakunya VoA ini diharakan bisa diperpanjang dari satu bulan menjadi dua bulan.

Dan perpanjangan rentang waktu VoA ini, karena wisatawan memang masih kesulitan mendapatkan visa kunjungan ke Bali di negaranya. Alasan lain, karena wisatawan lansia khususnya dari Eropa seperti dari Belanda dan Jerman memiliki kecenderungan memiliki waktu berlibur di Bali lebih panjang mencapai 2 bulan. Sia-sia jika kesempatan liburan wisatawan Eropa yang panjang ini tidak digarap secara optimal.

Pemerintah pusat semestinya masih bisa mengeluarkan kebijakan VoA 2 bulan. Kebijakan VoA 2 bulan ini sangat tepat dikeluarkan bersamaan dengan program Visit Indonesia Year (VIY) atau Visit Museum Year (VMY). Semestinya, bertepatan dengan program tersebut bisa dikeluarkan VoA 2 bulan.

Selain itu, VoA 2 bulan ini akan memberikan kemudahan bagi wisatawan asing yang ingin berlibur dalam jangka waktu lebih panjang di Bali atau kawasan Indonesia yang lain.

Dengan VoA 2 bulan khususnya wisatawan dari Eropa di antaranya bisa berkeliling Bali. Jika diberikan waktu berlibur melalui VoA satu bulan tentunya wisatawan lansia seperti dari Eropa ini harus keluar dari Bali setelah jangka VoA satu bulan tersebut berakhir.

Ketika masa berlaku VoA wisatawan Eropa ini habis, mereka memilih dua alternatif. Pertama mereka kembali ke negaranya atau pergi ke negara lain seperti ke Singapura selanjutnya kembali ke Bali atau ke wilayah Indonesia yang lain.

Pada umumnya ketika masa berlakunya VoA habis umumnya wisatawan lansia asal Eropa dari Bali enggan mengunjungi kawasan negara lain dan memilih balik ke negaranya. Yang patut diperhitungkan, wisatawan lansia tersebut masih memiliki keinginan untuk berlibur lebih lama di Bali.

Keinginan tersebut terbentur jangka waktu VoA yang hanya diberikan 1 bulan. Mungkin ke depan jika pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan VoA 2 bulan wisatawan dari Eropa bisa lebih lama berlibur ke Bali dan pelaku pariwisata di Bali bisa meraup pendapatan lebih banyak dari jasa pelayanan kepada wisatawan tersebut.