Archive for the "Berita bali" Category

Cuara Buruk Kunjungan ke Bali Water Sports Menurun

Cuaca buruk yang melanda perairan Pulau Bali dan sekitarnya turut menimbulkan kekhawatiran di kalangan wisatawan. Terbukti, jumlah mereka yang ingin melakukan kegiatan water sport  mengalami penurunan hmgga 20 persen.

Ketua DPC Gabungan Wisata Bahari (Gahawisri) Badung, beberapa hari yang lalu mengatakan, tingginya gelombang disertai angin kencang memicu menurunnya minat wisatawan melakukan aktivitas di laut seperti diving, memancing dan parasailing. “Sejak lima hari lalu, kunjungan wisatawan ke wisata bahari mengalami penurunan dibandingkan hari biasanya. Bahkan, penurunan itu mencapai 20 persen. Kami melarang menjual paket parasailing dan trolling fishing,” katanya.
Menurutnya, low season atau musim sepi pengunjung seperti sekarang ini kunjungan wisatawan hanya mencapai rata-rata 3 ribu orang per hari. Sejak cuaca buruk belakangan ini, junilah tersehut berkurang  menjadi rata-rata 2.400 orang per hari atau anjlok sekitar 20 persen dan hari biasanya.
Selain memberlakukan larangan hagi wisatawan untuk bermain parasailing dan trolliag fishing, sejumlah wisatawan juga banyak yang enggan melakukan wisata bahari.  “Begitu mereka melihat cuaca bunik, mereka mengurungkan niatnya menikmati wisata bahari,” ucapnya.
Dikatakan pihaknya helum bisa memastikan sampai kapan penurunan kunjungan wisatawan itu akan terjadi. Pasalnya,  hingga hari kemarin, cuaca masih tergolong tidak bersahabat. “Kami belum bisa pastikan, sampai kapan kunjunganwisatawan akan pulih lagi” ujarnya.
Kendati demikian untuk keamanan pengunjung, terus koordinasi dengan BMKG untuk memastikan cuaca pulih dan kembali membuka parasailing. Sebab, kegiatan ini merupakan kegiatan yang paling bahaya saat cuaca buruk seperti sekarang.
Sementara itu pengusaha water sport, mengatakan minimnya wisatawan yang melakukan aktivitas wisata seperti parasaiing, diving dan snorkeling akan terus terjadi hingga cuaca kembali membaik. Selama cuaca masih seperti ini otomatis usaha kami akan terus merugi.

 

Masyarakat Tanjung Benoa Tuntut Pembangunan Jalan Lingkar

Pembangunan jalan tol di atas perairan Nusa Dua – Beñoa diprediksi akan menambah beban lalu lintas di seputaran Tanjung Benoa. Masyarakat pun kembali mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan jalan meingkar di kawasan tersebut.

Tokoh masyarakat Kuta Selatan yang juga anggota Komisi B DPRD Badung I Nyoman Karyana,  mengatakan, kondisi lain lintas di Jalan Pratama selalu krodit. Bahkan pada saat liburan kemacetan di jalur tersebut tak bisa dihindarkan meskipun Jalan Pratama relatif pendek. “Macetnya bisa sampai tiga jam. Padahal jalan itu pendek.” ujarnya.
Dijelaskannya, Jalan Pratama adalah akses utama banyak fasilitas pariwisata di kawasan Tanjung Benoa.  Sayang, jalur tersebut sangat sempit sehingga tidak bisa dilalui banyak kendaraan terutama bus-bus pariwisata. Permasalahan ini sudah sangat sering menjadi keluhan, baik oleh warga maupun wisatawan.

Hal senada juga diungkapkan Bendesa Adat Bualu. Menurutnva realitas selama ini telah menunjukkan betapa jalur tersebut sudah begitu krodit dan sangat rawan macet. “Misalnya saat pergantian tahun atau saat masyarakat mengadakan upacara.  Karena jalurnya padat,  semua kegiatan sosial kemasyarakatan ataupun perekonomman jadi terhambat. Apalagi nanti kalau jalan tolnya sudah terealisasi. Kami harap usulan pembangunan jalan melingkar ke depannya segera direalisasikan.” tambahnya.

Masyarakat khawatir jika dampak jalan tol di atas perairan tidak diantisipasi mulai sekarang. Jalan tol Nusa Dua – Benoa dipastikan akan menambah beban lalu lintas di Nusa Dua khususnya di Jalan Pratama. Oleh karenanya,  kembali mendesak Pemkab Badung segera membuat Detail Engineering Design (BED) jalan mehngkar di kawasan Nusa Dua sebagai bentuk antisipasi.  Diharapkan, BED sudah dianggarkan diAPBD Peruhahan 2012 sehingga jalan dimaksud bisa tuntas bersamaan dengan jalan tol Nusa Dua – Benoa.

Kebutuhan penambahan ruas jalan di kawasan tersebut sangat mendesak. Kalau Jalan Pratama diperlebar dan tetap dua arah, itu sangat tidak mungkin karena pembangunan sudah sangat padat.  Jalan yang ada sekarang thlanjutkan kemudian melingkar di atas atau pinggir kawasan mangrove untuk kembali di simpang Siligita.

 

Konservasi Penyu di Perancak Jembrana

Konsérvasi penyu Kurma Asih yang bérada di Desa Perancak, Jembrana menjadi sebuah daya tarik wisata. Proses pelestarian binatang berkaki empat itu banyak dikunjungi wisatawan, bahkan menjadi sebuah edukasi bagi sIswa-slswi di Bali juga luar Bali.

Pada musim-musim tertentu, Kurma Asih banyak dikunjungi wisatawan. Utamanya murid-murid yang ingin mengetahui proses penyu berkembang biak,” kata I Wayan Anom Astika Jaya, Ketua Konservasi Kurma Asih. Wisatawan mancanegara yang berkunjung, lebih banyak yang peduli lingkungan seperti dari Ausralia Prancis, dan Belanda. Ada juga yang hanya sekedar melihat-lihat tempat telor, tukik (anak penyu) dan suasana pantai. Demikian pula dengan siswa-siswi. Mereka biasanya datang secara kelompok yang diantar gurunya. Di samping itu, ada juga dari kelompok konservasi penyu daerah lain di Bali dan luar Bali (Kalimantan Timur, Rajampat Papua, dan Jawa) yang melakukan study banding. Diakhir kunjungannya, mereka bisa melepas tukik ke tengah laut.  Sayangnya, konservasi penyu yang juga menjadi. daya tarik wisata tidak dilengkapi dengan fasilitas yang memadai.

Toilet,tempat istirahat dan ruangan untuk menerima tamu tidak ada sama sekali. Tamu-tarnu yang berkunjung diajak duduk di kayu-kayu di bawah pohon dan bale bengong. “Itulah kendala kami. Kami, sudah mohon tapi belum ada realisasinya. Kami juga berusaha mencari bapak angkat,” ucapan Anom penuh harap.

Menurutnya, musim penyu naik ke darat dan bertelur pada April – September. Telur itu akan menetas dalam waktu 60 hari dan 50 hari kalau kulaitas telur baik. Dan 100 telor penyu bisa menetas 80 persen. Tukik itu selanjutnya diletakan di penampunagan maksimal satu bulan. Nah disinilah kendala kami, kalau tidak ada. yang mencari tukik berarti harus lebih lama tinggalnya. Itu akan harus memberi makan. Padahal kami tidak membesarkan dan tidak menangkarkan. Karena itu, tukik yang ada kami lepas saja,” paparnya.

Beralih Profesi

Konservasi Kurma Asih berdiri Sejak 1997 yang anggotanya merupakan masyarakat setempat yang berprofesi sebagai nelayan. Para anggota Kurma Asih ini awalnya sebagai pemburu penyu. Namun, setelah mendapat pembinaan berubah menjadi pelestari penyu. “Hal itu, setelah kami mendapat pembinaan dari pemerintah, LSM, WWF, dan organisasi social lainnya untuk melestarikan penyu. Anom lalu menceritakan, dulu para nelayan ini adalah pemburu penyu yang sadis.  Kalau pada malam hari, mereka menangkap penyu dengan menggunakan jaring, sedangkan pada siang hari memakai tombak.  Ada juga dari mereka yang menangkap dengan menggunakan tangan. Yang menjadi buruan primadona adalah penyu hijau. giling dan sisik. Hasil tangkapan mereka sampai puluhan ekor dalam setiap han. Bahkan kandang yang rata-rata menampung 10 ekor itu tidak bisa nampung.

Kegiatan ini dilakukan secara turun temurun. Lokasinya tidak hanya di Pantai Perancak, melainkan sampai ke Pantai Gilimanuk dan Alas Purwa. Saat itu, mereka tidak pemah berpikir apakah penyu itu bisa atau lestari.  Dalam pikiran mereka, bisa mendapat penyu dan uang. Hasil tangkapan itu di pasarkan ke Denpasar, Sesetan, Kapal, dan Tanjung Benoa.

Mulai tahun 1970-an hasil tangkapan merrka terus berkurang. Jangankan menangkap penyu, melihat kepala penyu naik ke permukaan laut pun jarang. Mereka kebingunan mendapatkan penyu. Mulai tahun 1997, akhirnya datang LSM ke Desa Perancak yang diketahui sebagai daerah pendaratan dan pengeluaran penyu. Keyakinan LSM itu diperkuat setelah mereka melihat jenis penyu lekang yang bersisik bertelur ke darat. Maka mereka yakin kuat Perancak ini sebagai daerah penyu. Semenjak itu, Kurma Asih sangat yakin dan bertekad menjadi pelestari penyu. Masalah pendanaan, dan tahun 1997 sampai tahun 2000 dibiayai WWF. Setelah itu, Kurma Asih menggalang dana sendiri. Lahan yang sebelumnya disewa dari penduduk, mulai tahun 2003 dibebaskan oleh Gubernur Bali sebanyak 20 are.Nah, di atas lahan ini khusus sebagai tempat konservasi penyu.

 

Angka Pertumbuhan Pariwisata Bali Harus Ditingkatkan

Angka pertumbuhan pariwisata Indonesia termasuk pariwisata Bali tahun 2011 harus ditingkatkan. Seiring dengan peningkatan biaya promosi yang telah dirancang pemerintah pusat melalui Kemenbudpar perlu diimbangi dengan peningkatan pencapaian kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. Untuk meningkatkan pertumbuhan pariwisata seperti di Bali, bisa dilakukan dengan upaya diversifikasi objek dan daya tarik wisata di Bali. Pemakaian dana promosi yang telah dianggarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mesti lebih terfokus.

Pemerintah mesti mengajak pelaku atau industri pariwisata untuk meningkatkan pertumbuhan pariwisata. Ini bisa dilakukan dengan meningkatkan kegiatan promosi pemerintah yang melibatkan industri pariwisata. Melalui kegiatan promosi tersebut bisa mendorong wisatawan mancanegara bisa makin banyak berkunjung ke Bali atau ke wilayah pariwisata lain di Indonesia. Pemerintah melalui Kemenbudpar mesti memonitoring hasil kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Jakarta beberapa waktu lalu. Kedatangan orang nomor satu di Amerika Serikat ke Jakarta mesti bermanfaat memajukan Indonesia dari sisi ekonomi termasuk pariwisata.

Hasil-hasil pertemuan Kepala Negara Indonesia dengan Kepala Negara Amerika Serikat mesti segera ditindaklanjuti. Misalnya, dari sisi ekonomi kegiatan ekspor barang ke Amerika sudah mampu ditingkatkan. Dari sisi pariwisata apakah penerbangan dari Indonesia ke Amerika sudah bisa ditingkatkan. Ini salah satunya untuk mendorong wisatawan asal Amerika untuk berlibur ke Bali atau kawasan Indonesia lainnya.

Selain itu, Kemenbudpar perlu mengevaluasi kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali termasuk ke Indonesia dari berbagai pasar. Pasar Cina dikatakan pasar yang paling menjanjikan. Apakah wisatawan Cina dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini sudah bisa ditingkatkan untuk berlibur ke Indonesia. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah juga perlu mengevaluasi penurunan kunjungan wisatawan mancanegara dari beberapa pasar ke Bali. Salah satu contoh wisatawan Eropa seperti dari Prancis mengalami penurunan ke Bali.

Sementara itu, dari Data Biro Pusat Statistik (BPS) Propinsi Bali, kunjungan wisatawan asal Prancis ke Bali pada Januari-Oktober 2010 bila dibandingkan kunjungan wisatawan Prancis pada Januari-Oktober 2009 mengalami penurunan mencapai 6,84 persen. Sementara itu, pasar terbesar pariwisata Bali seperti Jepang juga mengalami penurunan. Data BPS menunjukkan kunjungan wisatawan Jepang ke Bali Januari-Oktober 2010 bila dibandingkan dengan kunjungan wisatawan Jepang Januari-Oktober 2009 mengalami penurunan mencapai 24,43 persen.

Maka dari itu, pemerintah melalui Kemenbudpar bersama Pemprop Bali harus menelusuri apa penyebab turunnya kunjungan wisatawan Jepang ke Bali. Apakah penutupan penerbangan JAL ke Bali berdampak pada penurunan kunjungan wisatawan Jepang ke Bali. Apakah penerbangan Indonesia telah mengintensifkan penerbangan ke Jepang untuk mendorong kunjungan wisatawan Jepang ke Bali. Di Bali juga perlu penambahan produk pariwisata sebagai daya tarik seperti yoga, spa dan daya tarik lain sehingga wisatawan Jepang makin tertarik berlibur ke Bali.

 

Bali perlu Kendaraan Mewah Untuk Dukung MICE

Kegiatan MICE sudah banyak dilaksanakan dengan aman dan lancar di Bali. Untuk mendukung kegiatan MICE ke depan Bali membutuhkan tambahan kendaraan mewah seperti limosin dan jenis kendaraan mewah lain untuk transportasi tamu-tamu kehormatan.

Penyelenggaraan MICE tidak akan lepas dari fasilitas kendaraan mewah untuk transportasi. Kegiatan MICE di Bali tidak hanya berskala nasional tetapi juga sudah berskala internasional. Tidak hanya pertemuan tingkat menteri negara tetapi pertemuan presiden berskala internasional berpeluang dilakukan di Bali.

Sementara itu, bercermin dari kunjungan Presiden Amerika Serikat ke Jakarta belum lama banyak membutuhkan kendaraan mewah. Hanya saja kendaraan mewah tersebut telah dipersiapkan pemerintah Amerika. Bercermin dari acara penyambutan kedatangan Presiden Amerika Serikat di Indonesia tersebut, Bali mesti lebih siap dari Jakarta. Untuk fasilitas transportasi tamu kehormatan baik setingkat menteri maupun presiden yang melakukan MICE di Bali tidak perlu lagi didatangkan dari luar daerah atau luar negeri.

Kedatangan Presiden Amerika Serikat ke Indonesia berdampak positif dengan keamanan Indonesia termasuk keamanan Bali. Ini akan mendorong penyelenggaraan MICE di Bali. Tidak hanya dari Amerika Serikat, wisatawan, perusahaan, asosiasi, termasuk pertemuan kepala pemerintahan dari berbagai negara di dunia bisa melakukan MICE di Bali.

Pengusaha angkutan pariwisata di Bali tidak boleh menutup mata dengan peluang tersebut. Pemerintah perlu membantu pengusaha angkutan pariwisata di Bali dalam pengadaan kendaraan mewah untuk mendukung kegiatan MICE tersebut. Jangan sampai pengadaan kendaraan mewah untuk kepentingan MICE ini diambil alih oleh pengusaha luar Bali.

Sementara itu, dari data yang tercatat di Pawiba jumlah armada bus pariwisata sebanyak 900 unit. Jumlah armada angkutan sewa sebanyak 2.500 unit. Pawiba memprediksi dari 2.500 unit kendaraan sewa tersebut hanya 2 persen yang masuk kategori kendaraan mewah. Pengusaha angkutan pariwisata di Bali tentunya akan sangat memperhitungkan menginvestasikan modalnya untuk membeli kendaraan mewah. Ini dikarenakan, harga kendaraan mewah ini mencapai ratusan juta rupiah.

Di bagian lain penggunaan kendaraan mewah ini hanya untuk kegiatan atau event tertentu seperti MICE. Mungkin dalam satu bulan kendaraan mewah tersebut tidak lebih dari 10 kali jalan. Ditengah masih minim minat pengusaha angkutan pariwisa di Bali untuk mengoperasikan kendaraan mewah, pemerintah mesti tetap tetap membantu pengusaha angkutan pariwisata lokal.

Pemerintah bisa mengupayakan peningkatan penyelenggaraan MICE di Bali melalui kegiatan promosi untuk meningkatkan penggunaan angkutan pariwisata, dan kendaraan sewa. Ini secara tidak langsung akan merangsang pengusaha angkutan pariwisata untuk mengoperasikan kendaraan mewah karena tingginya permintaan dari pasar MICE.

 

Laporkan BPW yang Minta Tip Guide

Adanya kasus biro perjalanan wisata (BPW) yang meminta uang tip yang diterima guide dari wisatawan, mendapatkan perhatian dari Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Bali. Kadisparda Bali mengatakan, guide yang merasa dirugikan diminta melapor ke Disparda Bali terkait ulah BPW yang meminta uang tip yang semestinya merupakan hak guide tersebut.

Dalam Perda No. 1 tentang Usaha Jasa Perjalanan Wisata disebutkan tiap BPW wajib menggunakan pramuwisata/ guide yang bersertifikat. Ini termasuk BPW wajib membayar guide fee kepada guide yang menangani wisatawan. Adanya kasus BPW yang meminta uang tip guide yang diberikan wisatawan perlu ditelusuri. Bagi guide yang merasa dirugikan dengan sikap BPW meminta uang tip guide (yang merupakan hak guide) mesti melapor ke Disparda Bali. Selanjutnya, Disparda Bali akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Disparda Bali selama ini sudah melakukan upaya pengawasan terhadap BPW di Bali yang disinyalir melanggar Perda BPW. Pelanggaran BPW selama ini menonjol di antaranya menggunakan guide yang tidak berlisensi. Jika ditemukan ada BPW tidak membayar guide fee atau meminta uang tip yang merupakan hak guide akan diberikan tindakan tegas. Disparda masih tetap mengedepankan jalur pembinaan yang melakukan tindakan BPW yang merugikan guide di Bali. Disparda akan mengecek kebenaran laporan guide yang merasa dirugikan dengan BPW yang selama ini disinyalir meminta uang tip guide yang diberikan wisatawan. Jika terbukti melakukan tindakan pelanggaran, Disparda akan memberikan upaya pembinaan kepada BPW yang bersangkutan. Jika setelah pembinaan tersebut, BPW masih melakukan pelanggaran maka akan diberikan tindakan tegas seperti pembekuan izin usaha BPW.

Selain itu, Disparda Bali akan tetap mengedepankan upaya pembinaan kepada BPW yang melakukan pelanggaran. Disparda berharap pramuwisata yang tergabung dalam HPI dan BPW yang tergabung dalam Asita bisa duduk bersama memecahkan masalah BPW yang meminta uang tip yang menjadi hak guide tersebut.

Sementara itu, jika pramuwisata tidak diberikan guide fee wajar pramuwisata menyampaikan keberadaan BPW. Ini dikarenakan, guide fee ini merupakan hak dan merupakan pendapatan yang diterima guide atas jasa mereka menangani wisatawan. Permintaan tip yang diberikan wisatawan kepada guide oleh BPW perlu dibicarakan lebih mendalam antara Asita dengan HPI. Upaya BPW meminta uang tip guide yang diberikan wisatawan tidak mendorong kembali munculnya praktik jual beli kepala (JBK). Guide kembai dibebankan dengan biaya tour dari BPW melalui praktik JBK.

 

Wisatawan Prancis ke Bali 73 Ribu

Sebanyak 73.027 orang wisatawan mancanegara asal Prancis berlibur ke Bali selama delapan bulan terakhir, yakni periode Januari-Agustus 2010. Mereka sebagian besar datang melalui Bandara Ngurah Rai dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya, hanya 538 orang lewat pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar.

Kunjungan wisatawan Prancis selama periode tersebut menurun tipis hanya 0,19 persen dibanding kurun waktu yang sama 2009 yang tercatat 73.167 orang. Walaupun masyarakat Prancis ke Bali berkurang, namun negara itu mampu menempati urutan ketujuh.

Urutan Prancis adalah setelah Australia, Jepang, Cina, Malaysia, kawasan Taiwan dan Korea Selatan dari 10 negara terbanyak yang memasok wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata. Negara itu mampu memberikan kontribusi sebesar 4,35 persen dari total wisatawan mancanegara berlibur ke Pulau Dewata sebanyak 1.878.170 orang selama delapan bulan pertama 2010.

Kondisi tersebut mengalami peningkatan sebesar 9,11 persen dibanding periode yang sama 2009 yang tercatat 1.539.048 orang. Sementara itu, dari 10 negara terbanyak memasok turis ke Bali, enam kawasan dan negara di antaranya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan empat negara mengalami penurunan.

Keenam kawasan dan negara yang masyarakat semakin bergairah ke Bali terdiri atas Taiwan sebesar 9,94 persen dari 80.452 orang pada Januari-Agustus 2009 menjadi 88.448 orang pada periode yang sama 2010. Selain itu, Australia sebesar 47,25 persen dari 271.643 orang menjadi 399.988 orang, Cina berada pada posisi ketiga mengirim 139.501 orang, bertambah 2,79 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya hanya 135.710 orang.

Sementara wisatawan Inggris berkunjung ke Bali meningkat 6,49 persen dari 58.560 orang pada Januari-Agustus 2009 menjadi 62.358 orang periode yang sama 2010. Wisatawan asal Jerman meningkat 7,11 persen dari 50.800 orang menjadi 54.410 orang. Wisatawan Singapura yang menempati urutan ke-10 mengalami peningkatan sangat pesat yakni 54,96 persen dari 34.943 orang menjadi 54.147 orang.

Selain itu, empat negara yang mengalami penurunan selain Prancis juga Jepang sebesar 22,67 persen dari 218.280 orang selama delapan bulan pertama 2009 menjadi hanya 168.806 orang pada periode yang sama 2010. Selain itu juga, Malaysia berkurang 3,75 persen dari 93.962 orang selama delapan bulan pertama 2009 menjadi 90.438 orang pada periode yang sama 2010 dan Korea Selatan 2,09 persen dari 85.123 orang menjadi 83.342 orang.

 

Aturan Akomodasi di Bali Harus Detail

Maraknya vila ilegal di Bali, salah satunya disebabkan belum ada aturan yang detail tentang akomodasi, termasuk yang mengatur vila di Bali. Perlu adanya aturan yang lebih jelas mengatur akomodasi baik pondok wisata, vila, hotel melati, hotel berbintang dan sarana akomodasi lainnya.

Selain itu, di Denpasar memang tidak ditemukan adanya vila tidak berizin. Ini dikarenakan, akomodasi di Kota Denpasar dimasukkan dalam pondok wisata, dan hotel melati atau hotel berbintang. Sarana akomodasi yang memiliki kamar kapasitas 25 kamar dimasukkan dalam hotel melati. Sementara akomodasi yang terdiri dari 5 kamar dimasukkan dalam pondok wisata.

Selain itu, akomodasi khususnya hotel melati tidak boleh dibangun di kawasan pemukiman murni. Kalau akomodasi yang dibangun di pemukiman murni berjumlah 5 kamar dimasukkan sebagai pondok wisata, sementara lebih dari lima kamar dimasukkan sebagai rumah kos. Sementara itu, ada sarana akomodasi dibangun di pemukiman di Kota Denpasar tetapi jumlahnya masih sangat terbatas. Akomodasi yang lebih dari lima kamar di kawasan pemukiman murni sudah didata dalam rumah kos. Jadi tidak ada akomodasi seperti vila yang belum berizin di Denpasar.

Selain itu, saat ini masih perlu adanya penyesuaian aturan yang mengatur masalah akomodasi pariwisata di Bali. Dengan aturan lebih detail diharapkan seluruh akomodasi baik hotel, pondok wisata, vila bisa tertata dengan baik. Sementara itu, juga aturan yang mengatur akomodasi di Bali tersebut bisa mengacu pada UU kepariwisataan di atasnya. Aturan akomodasi tersebut harus bisa mencakup seluruh jenis atau klasifikasi sarana akomodasi pariwisata di Bali. Aturan dan perda menyangkut sarana akomodasi di Bali tersebut juga harus mengatur tempat/ruang yang bisa dibangun sarana akomodasi.

 

Wisata Bahari di Karangasem Menjanjikan

Kawasan pesisir dengan bentangan pantai puluhan kilometer di Karangasem, sangat potensial untuk mengembangkan wisata bahari. Eksotik bawah laut yang tak kalah dengan lokasi wisata bahari lainnya, mengundang kekaguman wisatawan mancanegara.

Pesisir Tulamben, Candidasa, Amed, Padangbai misalnya. Selain keindahan pantai, pesona bawah laut dan kondisi terumbu karang yang masih alami sangat potensial untuk mendulang pendapatan. Meski wisata bahari amat menjanjikan, namun peran pemerintah masih sangat rendah.

Bahkan, pengelola hotel dan restoran mengaku mempromosikan secara swadaya keunggulan objek wisata tersebut. Kebanyakan obyek wisata ini dipromosikan sendiri baik melalui brosur atau internet.

Meski campur tangan pemerintah untuk kemajuan pariwisata dinilai masih kurang, pelaku wisata bahari bersyukur karena tidak menemui kendala yang berarti dalam pengelolaannya. Bahkan, wisatawan mancanegara yang datang juga memberikan apresiasi positif terhadap wisata bahari.

Sementara itu, prospek wisata bahari di Karangasem sangat cerah mengingat banyak lokasi wisata bahari yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Wisatawan asing banyak yang berdatangan. Di antaranya dari Amerika Serikat, Kanada, Australia maupun Jepang.

Mereka umumnya datang untuk menikmati panorama biota bawah laut yang sudah dikenal hingga ke penjuru dunia. Sebaliknya, wisatawan asal Australia, Prancis, AS dan negara-negara Eropa mengeluhkan visa on arrival yang dikeluarkan negaranya dalam kunjungannya ke Indonesia . Dengan demikian, banyak wisatawan yang semula akan berkunjung ke Bali mengalihkan rencana perjalanan ke Thailand.

 

Wisatawan Muda Rusia Lebih Memilih Kawasan Kuta

Wisatawan Rusia yang banyak berlibur ke Bali tahun 2010 di antaranya merupakan wisatawan yang berusia muda. Konsul Kehormatan Rusia mengatakan wisatawan muda Rusia ini lebih banyak menyasar kawasan Kuta dan kawasan wisata lainnya di Bali.

Wisatawan Rusia yang berpendapatan menengah ke atas rata-rata memilih menginap di kawasan Nusa Dua. Mereka berlibur ke Bali memang mencari ketenangan dan kenyamanan. Hotel-hotel di Nusa Dua lebih menampilkan alam pantai yang tenang. Sebaliknya, wisatawan muda dari Rusia memilih kawasan wisata di Bali yang ramai wisatawan seperti Kuta.

Selain memanfaatkan jasa biro perjalanan wisata (BPW) wisatawan berusia muda yang berlibur ke Bali di antaranya langsung ke Bali dan tidak memanfaatkan jasa BPW. Mereka memesan kamar melalui jalur internet. Salah satu kawasan yang dipilih wisatawan Rusia berusia muda ini adalah Kuta. Wisatawan Rusia ini memilih Kuta untuk mendapatkan harga kamar yang lebih murah. Mereka berharap menginap di Kuta sehingga bisa bermain surfing.

Konsul Kehormatan Rusia di Bali tetap berharap kepada wisatawan Rusia muda ini berhati-hati ketika menginap di kawasan Kuta termasuk kawasan wisata lain di Bali. Mereka terutama diharapkan tidak menggunakan barang berharga yang terlalu menonjol sehingga tidak menjadi sasaran tindak kejahatan.

Berdasarkan data yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Bali kunjungan wisatawan Rusia ke Bali pada Januari-April 2010 sebanyak 24.970 orang. Sementara kunjungan wisatawan Rusia ke Bali Januari-April 2009 sebanyak 25.165 orang. Bila dikalkulasi kunjungan wisatawan Rusia ke Bali pada Januari-April 2010 mengalami penurunan sebesar 0,77 persen dibandingkan kunjungan wisatawan Rusia ke Bali pada Januari-April 2009.

Sementara itu, adanya gejolak/gangguan keamanan di beberapa kawasan Rusia seperti Vladivostok dan Novosibirsk tidak terlalu mempengaruhi kunjungan wisatawan Rusia ke Bali. Penyumbang wisatawan Rusia ke Bali lebih banyak dari Kota Moskow. Sementara Kota Moskow dari sisi letak geografis jauh dari Vladivostok dan Novosibirsk.