Wisata bahari di Pantai Lovina, Kecamatan Buleleng belakangan ini telah memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Ini karena potensi wisata bahari ini hingga kini mampu memikat wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan domestik (wisdom). Pada musim libur, para pemandu wisata bahari ini meraup penghasilan per bulan hingga Rp 3 juta.
Kelian Desa Pakraman Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng mengatakan, berdasarkan pengalamannya menekuni wisata bahari, sejak lama ternyata paket wisata bahari ini peminatnya 80 persen dari total wisatawan yang berkunjung ke Lovina.
Wisatawan itu kebanyakan berasal dari Eropa, Jerman, Prancis, Inggris dan Belanda. Sementara, untuk wisdom kebanyakan datang dari Jakarta, Surabaya, Bandung dan beberapa kota besar di Indonesia. Wisdom ramai berkunjung ke Lovina untuk menikmati paket wisata bahari ketika hari Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru.
Dibandingkan dengan di Bali Selatan wisata bahari di Lovina sebenarnya tidak kalah saing. Keunggulan wisata bahari di Lovina ini karena perairan yang memiliki ombak tenang, sehingga memudahkan para pemandunya untuk mengantarkan wisatawan berwisata di tengah laut. Di samping itu, pengelolaan wisata bahari di Lovina sepenuhnya dikelola oleh masyarakat lokal, sehingga 100 persen hasilnya diterima oleh masyarakat lokal.
Diperkirakan ke depan prospek wisata bahari sangat menjanjikan. Apalagi dengan keunggulan dibandingkan daerah lain, potensi ini makin besar memberikan manfaat untuk warga lokal.
Di sisi lain, belakangan ini mulai adanya kendala yang menganjal bisnis jasa pariwisata bahari. Populasi ikan lumba-luma (dolpin) belakangan mulai berkurang. Dulunya ada empat jenis dolpin kini yang masih bisa dijumpai hanya satu jenis saja. Hal ini terjadi karena tidak semua jenis dolpin yang tergolong jinak dan mudah ditemui di tengah laut, tetapi ada jenis dolpin yang sangat sulit ditemui ketika mendengar raungan mesin perahu maupun speed boat.
Di samping itu, menjauhnya beberapa jenis dolpin belakangan ini karena ikan-ikan kecil yang menjadi pakan mulai menjauh mendekati rumpon nelayan yang dipasang di tengah laut lepas. Diharapkan pemerintah bisa memfasilitasi agar para pemandu wisata bahari ini diberikan pemahaman dalam melestarikan populasi dolpin yang masih ada saat ini. Dan memang sejauh ini pemerintah belum pernah memperhatikan masalah ini.
Bagaimana dengan tarif wisata bahari? Tarif sudah disepakati bersama-sama pemandu wisata bahari di Lovina dan jika ada permainan tarif, maka secara kelembagaan akan dikenakan sanksi organisasi.