Archive for the "Bali Watersport" Category

Rafting Dukung Pengembangan Wisata Pedesaan

Atraksi wisata arum jeram (rafting) menelusuri Sungai Ayung menjadi daya tarik wisatawan mancanegara dalam menikmati wisata pedesaan yang belakangan mulai diintensifkan di Badung utara. Sedikitnya ada empat perusahaan yang dikelola masyarakat lokal melayani wisata arum jeram di Badung Utara. Masing-masing perusahaan masih berskala kecil, namun profesional dalam melayani jasa atraksi wisata yang cukup menantang itu.

Perusahaan- perusahaan itu membagi alur sungai sedemikian rupa dengan jadwal yang telah disepakati sehingga satu perusahaan dengan yang lainnya tidak berbenturan. Menurut seorang pengelola arung jeram di Badung Utara, pihaknya mengoperasikan delapan perahu karet, didukung tenaga-tenaga andal yang profesional. Setiap bulan melayani rata-rata 100 orang wisatawan mancanegara kebanyakan dari Australia dan Eropa.

Pengembangan wisata pedesaan dirintis sejak tahun 1994. Selain pengelola rafting, juga mengembangkan wisata olah raga, yakni mengajak wisatawan untuk jalan kaki ke tengah-tengah persawahan, perkebunan dan melihat dari dekat aktivitas petani.

 

Wisata Bahari masih Diunggulkan

Wisata bahari di Pantai Lovina, Kecamatan Buleleng belakangan ini telah memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Ini karena potensi wisata bahari ini hingga kini mampu memikat wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan domestik (wisdom). Pada musim libur, para pemandu wisata bahari ini meraup penghasilan per bulan hingga Rp 3 juta.

Kelian Desa Pakraman Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng mengatakan, berdasarkan pengalamannya menekuni wisata bahari, sejak lama ternyata paket wisata bahari ini peminatnya 80 persen dari total wisatawan yang berkunjung ke Lovina.

Wisatawan itu kebanyakan berasal dari Eropa, Jerman, Prancis, Inggris dan Belanda. Sementara, untuk wisdom kebanyakan datang dari Jakarta, Surabaya, Bandung dan beberapa kota besar di Indonesia. Wisdom ramai berkunjung ke Lovina untuk menikmati paket wisata bahari ketika hari Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru.

Dibandingkan dengan di Bali Selatan wisata bahari di Lovina sebenarnya tidak kalah saing. Keunggulan wisata bahari di Lovina ini karena perairan yang memiliki ombak tenang, sehingga memudahkan para pemandunya untuk mengantarkan wisatawan berwisata di tengah laut. Di samping itu, pengelolaan wisata bahari di Lovina sepenuhnya dikelola oleh masyarakat lokal, sehingga 100 persen hasilnya diterima oleh masyarakat lokal.

Diperkirakan ke depan prospek wisata bahari sangat menjanjikan. Apalagi dengan keunggulan dibandingkan daerah lain, potensi ini makin besar memberikan manfaat untuk warga lokal.

Di sisi lain, belakangan ini mulai adanya kendala yang menganjal bisnis jasa pariwisata bahari. Populasi ikan lumba-luma (dolpin) belakangan mulai berkurang. Dulunya ada empat jenis dolpin kini yang masih bisa dijumpai hanya satu jenis saja. Hal ini terjadi karena tidak semua jenis dolpin yang tergolong jinak dan mudah ditemui di tengah laut, tetapi ada jenis dolpin yang sangat sulit ditemui ketika mendengar raungan mesin perahu maupun speed boat.

Di samping itu, menjauhnya beberapa jenis dolpin belakangan ini karena ikan-ikan kecil yang menjadi pakan mulai menjauh mendekati rumpon nelayan yang dipasang di tengah laut lepas. Diharapkan pemerintah bisa memfasilitasi agar para pemandu wisata bahari ini diberikan pemahaman dalam melestarikan populasi dolpin yang masih ada saat ini. Dan memang sejauh ini pemerintah belum pernah memperhatikan masalah ini.

Bagaimana dengan tarif wisata bahari? Tarif sudah disepakati bersama-sama pemandu wisata bahari di Lovina dan jika ada permainan tarif, maka secara kelembagaan akan dikenakan sanksi organisasi.

 

Wisata Arung Jeram Sepi Pengunjung

Musim liburan sekolah tahun ini, tidak membuat usaha pariwisata arung jeram ramai sebagaimana dengan kondisi sebelumnya.

Di mana musim liburan kali ini, terasa jumlah wisatawan yang berolah raga air ini sangat sepi. Bahkan, telah terjadi penurunan sampai di atas 50 persen dari kondisi normal, minimal 200 orang wisatawan per hari menjadi di bawah 100 orang per hari.

Jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Bali musim libur ini cukup ramai. Namun, yang menikmati olah raga arung jeram di Sungai Ayung sangat sedikit sehingga sepi. Padahal, musim liburan tahun-tahun sebelumnya wisata arung jeram ini sangat menarik minat banyak wisatawan.

Dengan demikian, wisata ini sangat ramai. Terlebih lagi didukung dengan volume air sungai yang cukup besar dan deras, membuat wisata ini menjadi lebih menantang wisatawan.

Sekarang ini selain wisatawan sepi, air sungai juga tidak begitu besar yang membuat wisatawan kurang tertarik. Hanya beberapa wisatawan asal negara Asia seperti Taiwan yang menikmati wisata olah raga arung jeram. Padahal, sebelumnya wisatawan asal Eropa, Australia dan lainnya juga sangat menyukai wisata ini.

Hanya saja, wisatawan seolah-olah enggan menikmati indahnya pemandangan di tepi Sungai Ayung yang airnya deras serta berkelok-kelok yang memiliki daya tarik sendiri.

 

Wisata Bahari di Karangasem Menjanjikan

Kawasan pesisir dengan bentangan pantai puluhan kilometer di Karangasem, sangat potensial untuk mengembangkan wisata bahari. Eksotik bawah laut yang tak kalah dengan lokasi wisata bahari lainnya, mengundang kekaguman wisatawan mancanegara.

Pesisir Tulamben, Candidasa, Amed, Padangbai misalnya. Selain keindahan pantai, pesona bawah laut dan kondisi terumbu karang yang masih alami sangat potensial untuk mendulang pendapatan. Meski wisata bahari amat menjanjikan, namun peran pemerintah masih sangat rendah.

Bahkan, pengelola hotel dan restoran mengaku mempromosikan secara swadaya keunggulan objek wisata tersebut. Kebanyakan obyek wisata ini dipromosikan sendiri baik melalui brosur atau internet.

Meski campur tangan pemerintah untuk kemajuan pariwisata dinilai masih kurang, pelaku wisata bahari bersyukur karena tidak menemui kendala yang berarti dalam pengelolaannya. Bahkan, wisatawan mancanegara yang datang juga memberikan apresiasi positif terhadap wisata bahari.

Sementara itu, prospek wisata bahari di Karangasem sangat cerah mengingat banyak lokasi wisata bahari yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Wisatawan asing banyak yang berdatangan. Di antaranya dari Amerika Serikat, Kanada, Australia maupun Jepang.

Mereka umumnya datang untuk menikmati panorama biota bawah laut yang sudah dikenal hingga ke penjuru dunia. Sebaliknya, wisatawan asal Australia, Prancis, AS dan negara-negara Eropa mengeluhkan visa on arrival yang dikeluarkan negaranya dalam kunjungannya ke Indonesia . Dengan demikian, banyak wisatawan yang semula akan berkunjung ke Bali mengalihkan rencana perjalanan ke Thailand.

 

Kenaikan Retribusi Dikeluhkan Pengusaha Rafting

Rencana kenaikan retribusi tempat rekreasi dan olah raga di Karangasem, menuai keluhan dari pengelola jasa wisata. Salah satunya datang dari pengelola rafting Telaga Waja. Pasalnya, pengesahan perda yang mengatur soal kenaikan pajak tersebut, belum sempat disosialisasikan, padahal akan dilaksanakan mulai awal bulan depan.

Bersama sejumlah pengurusnya, Ketua Asosiasi Rafting Telaga Waja mendatangi gedung DPRD Karangasem untuk menyampaikan keberatan dengan rencana kenaikan retribusi sampai 100 persen itu. Mereka menuntut pemerintah agar rencana tersebut disosialisasikan lebih awal. Selain itu sejumlah fasilitas pendukung juga mesti dibangun, seperti tempat pemantauan dan sarana lainnya, mengingat lokasi yang saat ini dijadikan sebagai tempat atraksi olah raga air di Sungai Telaga Waja fasilitasnya masih sangat minim.

Wakil Ketua DPRD Karangasem mengatakan Perda No. 3/2010 yang mengatur tentang retribusi tempat rekreasi dan olah raga sudah disahkan dan mulai berlaku minggu depan. Namun, dalam pelaksanaannya masih akan disosialisasikan kepada masyarakat Mengingat kondisi pariwisata yang saat ini sedang sepi. Perda ini memang sudah disahkan, namun pelaksanaannya masih ada tenggang waktu, dan harus disosialisasikan lebih dulu kepada masyarakat.

Dalam hal ini lembaga Dewan menyepakati rencana yang diajukan pihak eksekutif namun masih ada sejumlah catatan yang diberikan termasuk proses sosialisasi dan tenggang waktu pelaksanaannya.