Banyaknya wisatawan asal Australia berlibur ke Bali, tampaknya tidak hanya dirasakan kalangan hotel berbintang. Jumlah mereka yang mencapai 446.570 orang di periode 2009 ini, kini mulai menyasar sarana akomodasi yang menawarkan privacy lebih seperti vila.
Ini terbukti, 70 persen dari total wisatawan yang memanfaatkan vila di Bali dihuni oleh wisatawan Australia dengan tingkat hunian berkisar 75-90 persen.
Jumlah warga Australia yang menginap di Bali cukup menggembirakan. Hal yang menggembirakan dari wisatawan Australia adalah potensi daya beli yang cukup besar. Selain itu, mereka memiliki masa liburan musim panas yang cukup panjang (Desember – Februari).
Kawasan Asia Tenggara seperti Bali dan Lombok merupakan tujuan wisata paling diminati oleh wisatawan Australia. Mereka beranggapan Indonesia, khususnya Bali merupakan tujuan wisatawan yang menarik dan termurah.
Selain itu, kedatangan wisatawan Australia yang menempati urutan terbanyak berlibur ke Bali tidak terlepas dari upaya Bali menjaga dan memelihara stabilitas keamanan. Banyaknya kontribusi Australia juga akibat lancarnya transportasi udara yang berdampak pada meningkatnya kunjungan mereka ke Bali.
Vila menjadi akomodasi pilihan karena wisatawan yang tinggal di Vila akan seperti tinggal di rumah sendiri dengan fasilitas yang semuanya sudah tersedia. Misalnya, kolam renang sendiri, punya kitchen sendiri dan kamar tidur lebih luas dibandingkan dengan akomodasi lain. Komplitnya fasilitas ini yang memicu banyaknya wisatawan yang lebih memilih vila.
Banyaknya wisatawan asing yang memanfaatkan vila selama berlibur di Bali juga tergantung musim. Contohnya, bulan September, Oktober, November, April, Mei dan Juni. Sementara, Australia umumnya mendominasi pada bulan Agustus.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Bali mengungkapkan, Australia dan Jepang masih sangat potensial untuk digarap. Terlebih, kedua negara tersebut hingga saat ini masih tetap mendominasi tingkat kunjungan wisatawan ke Bali. Banyak orang Australia dan Jepang yang belum tahu Bali, sehingga akan ditingkatkan promosi ke negara itu, seperti negara lain yang cukup berpotensi adalah kawasan Eropa dan Asia seperti Cina.
