Author Archive for admin

Kualitas Kamar Hotel harus Ditingkatkan

Melihat tingginya jumlah kamar hotel yang tersedia di Bali, komponen pariwisata perlu mempertimbangkan tidak lagi melakukan penambahan jumlah kamar hotel di Bali. Penambahan kamar hotel di Bali bisa saja dihentikan selanjutnya kualitas fasilitas kamar hotel ditingkatkan, sehingga bisa memberikan suasana yang lebih nyaman kepada wisatawan yang berlibur ke Bali.

Sementara itu, jumlah kamar hotel di Bali sudah tercatat mencapai 5.000 kamar. Kamar hotel tersebut lebih banyak terkonsentrasi di kawasan Kabupaten Badung, Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar. Komponen pariwisata bersama pemerintah mengkaji apakah dengan jumlah 5.000 kamar ini sudah mampu memenuhi kebutuhan akomodasi bagi wisatawan yang berlibur ke Bali. Jika dengan jumlah 5.000 kamar ini dipandang mencukupi, maka penambahan kamar hotel termasuk pembangunan hotel baru di Bali mesti dihentikan.

Penambahan jumlah kamar hotel di Bali memang perlu dikaji untuk distop. Bukan kuantitas kamar hotel yang mesti ditingkatkan melainkan kualitas kamar hotel yang perlu lebih ditingkatkan. Peningkatan kualitas kamar hotel ini bisa meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan yang menginap di Bali. Dengan peningkatan kualitas layanan hotel, pelaku pariwisata diharapkan bisa meningkatkan kualitas wisatawan yang akan disasar. Peningkatan wisatawan yang datang ke Bali juga perlu dimbangi dengan peningkatan kualitas layanan.

Sementara itu, pembangunan hotel di Bali khususnya di wilayah Badung, Denpasar dan Gianyar mesti melalui proses pengkajian yang mendalam. Ini dikarenakan, pembangunan sektor pariwisata di Bali Selatan dan Bali Utara tidak seimbang. Infrastruktur pariwisata khususnya akomodasi di Bali Selatan perlu ditata sehingga jumlahnya tidak berlebihan. Ini belum termasuk vila sudah menjamur di Bali. Keberadaan vila tersebut perlu ditata sehingga tidak memunculkan banyak vila ilegal. Dengan banyaknya vila ilegal akan sulit bagi pemerintah dan komponen pariwisata untuk memprediksi jumlah kebutuhan sarana akomodasi di Bali.

Sementara itu, dalam Perda No. 16/2009 tentang RTRWP, pemerintah propinsi ikut mengatur kawasan strategis di Bali. Kawasan strategis ini meliputi gunung, laut, danau dan lainnya. Kenyataan di lapangan, banyak hotel dan vila ini dibangun berdekatan dengan pantai dan gunung. Pembangunan akomodasi pariwisata perlu mendapatkan rekomendasi dari Pemprop Bali. Selain itu, walaupun izin pendirian hotel dikeluarkan pemerintah kabupaten/kota di Bali, Pemerintah Propinsi Bali masih memiliki hak untuk mengendalikan pembangunan hotel di Bali. Ini termasuk pengawasan dalam pelanggaran tata ruang. Pelaku pariwisata dalam membangun sarana pariwisata di Bali wajib mengikuti aturan tata ruang yang berlaku. Jangan sampai hotel dibangun pada sempadan pantai sehingga pemiliknya mendapatkan teguran sesuai aturan.

 

Aturan Akomodasi di Bali Harus Detail

Maraknya vila ilegal di Bali, salah satunya disebabkan belum ada aturan yang detail tentang akomodasi, termasuk yang mengatur vila di Bali. Perlu adanya aturan yang lebih jelas mengatur akomodasi baik pondok wisata, vila, hotel melati, hotel berbintang dan sarana akomodasi lainnya.

Selain itu, di Denpasar memang tidak ditemukan adanya vila tidak berizin. Ini dikarenakan, akomodasi di Kota Denpasar dimasukkan dalam pondok wisata, dan hotel melati atau hotel berbintang. Sarana akomodasi yang memiliki kamar kapasitas 25 kamar dimasukkan dalam hotel melati. Sementara akomodasi yang terdiri dari 5 kamar dimasukkan dalam pondok wisata.

Selain itu, akomodasi khususnya hotel melati tidak boleh dibangun di kawasan pemukiman murni. Kalau akomodasi yang dibangun di pemukiman murni berjumlah 5 kamar dimasukkan sebagai pondok wisata, sementara lebih dari lima kamar dimasukkan sebagai rumah kos. Sementara itu, ada sarana akomodasi dibangun di pemukiman di Kota Denpasar tetapi jumlahnya masih sangat terbatas. Akomodasi yang lebih dari lima kamar di kawasan pemukiman murni sudah didata dalam rumah kos. Jadi tidak ada akomodasi seperti vila yang belum berizin di Denpasar.

Selain itu, saat ini masih perlu adanya penyesuaian aturan yang mengatur masalah akomodasi pariwisata di Bali. Dengan aturan lebih detail diharapkan seluruh akomodasi baik hotel, pondok wisata, vila bisa tertata dengan baik. Sementara itu, juga aturan yang mengatur akomodasi di Bali tersebut bisa mengacu pada UU kepariwisataan di atasnya. Aturan akomodasi tersebut harus bisa mencakup seluruh jenis atau klasifikasi sarana akomodasi pariwisata di Bali. Aturan dan perda menyangkut sarana akomodasi di Bali tersebut juga harus mengatur tempat/ruang yang bisa dibangun sarana akomodasi.

 

Wisata Gua dengan Ribuan Kelelawar

Objek wisata Gua Lawah di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, yang di dalamnya dihuni ribuan kelelawar, diminati wisatawan mancanegara.

Tiap hari rata-rata ada 200 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke gua ini. Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ini mulai terlihat sejak pertengahan Juli lalu. Banyaknya, wisatawan asing itu memberikan berkah kepada para pedagang serta Pemkab Klungkung. Karena makin meningkat kunjungan, maka pendapatan asli daerah (PAD) akan meningkat pula.

Kondisi ini diperkirakan akan terjadi sampai September mendatang, karena saat ini memang musimnya ramai kunjungan wisatawan asing.

Wisatawan asing yang mendominasi berasal dari Eropa, sedangkan wisatawan lainnya, seperti Jepang dan Cina mengalami penurunan drastis.

Padatnya kunjungan wisatawan itu, biasanya terjadi pada pukul 11.00 Wita sampai dengan 14.00 Wita, karena pada waktu itu banyak wisatawan asing yang lewat di Kabupaten Klungkung untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Karangasem.

Untuk bisa masuk objek wisata yang juga terdapat pura peninggalan abad ke-11 itu. Untuk masuk ke pura peninggalan Mpu Kuturan itu, pengunjung domestik maupun mancanegara wajib mengenakan kamben atau sarung khas Bali.

Bagian yang paling menarik di objek wisata ini seluas dua hektar dan berjarak 49 kilometer ke timur dari Kota Denpasar itu adalah sebuah gua, yang terletak di bagian paling dalam kompleks pura.

 

Air Terjun Tegenungan Ramai Dikunjungi Wisman

Wisata alam air terjun yang berlokasi di Desa Tegenungan, Kemenuh, Sukawati, sekarang sudah kembali ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Selama liburan kira-kira 100 orang per hari wisatawan mancanegara asal Eropa menyaksikan indahnya air terjun dengan ketinggian lebih dari 20 meter itu.

Namun kendala jalan menuju objek wisata alam Tegenungan sekarang ini mengalami kerusakan yang cukup parah, selain juga sempit. Menurut informasi, Pemkab Gianyar akan segera memperbaiki jalan tersebut agar jumlah kunjungan wisatawan ke objek tersebut lebih banyak lagi. Di sekitar objek air terjun sudah ada warung yang menjual makanan dan minuman ringan untuk menghilangkan rasa haus bagi wisatawan setelah turun ke sungai.

Selain wisatawan mancanegara, dalam musim liburan objek wisata tersebut juga banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal sekitar Gianyar, Denpasar dan Klungkung. Tiap pengunjung dikenakan tiket masuk yang besarnya Rp 4.000 untuk orang dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak.

Diharapkan jalan ini segara diperbaiki, sehingga jumlah wisatawan akan makin ramai yang sekaligus pendapatan dari berjualan tiket masuk juga bertambah.

 

SDM dan Pemasaran Menjadi Kendala Pengembangan Wisata Pedesaan

Dikembangkannya Desa Pangsan sebagai desa wisata di Kecamatan Petang, menambah daya tarik wisata di Badung Utara yang bisa dinikmati wisatawan yang berlibur ke Bali. Dalam pengembangannya, Desa Pangsan masih terkendala kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama yang bisa berbahasa asing termasuk pemasaran paket wisata di Desa Pangsan kepada calon wisatawan.

Desa Pangsan memang mampu menyajikan berbagai atraksi wisata seperti trekking, rafting dan sarana akomodasi yang telah disediakan masyarakat. Dengan mengedepankan sektor pertanian, masyarakat di Desa Pangsan juga mampu menghasilkan produk pertanian yang bisa dinikmati wisatawan seperti salak, berbagai sayuran seperti kacang-kacangan, sayur hijau, sayur pakis dan beberapa jenis produk pertanian lain.

Dengan modal hasil produk pertanian tersebut, pengelola akomodasi di Desa Pangsan mampu menyajikan berbagai menu makanan yang bisa dinikmati wisatawan selama menginap di Desa Pangsan. Saat ini kendala yang dihadapi pelaku wisata di Desa Pangsan ini kekurangan tenaga pemandu trekking, rafting termasuk tenaga yang menangani sarana akomodasi yang mampu berbahasa asing. Pemerintah diharapkan bisa memberikan pelatihan bahasa asing kepada masyarakat di Desa Pangsan yang selama ini melayani wisatawan yang berlibur di Desa Pangsan.

Dari pelatihan bahasa asing tersebut, diharapkan masyarakat terlibat dalam kegiatan akomodasi, rafting, trekking bisa lebih maksimal melayani wisatawan. Terkait kesenian, generasi muda di Desa Pangsan sudah menyiapkan atraksi kesenian seperti kesenian barong.

Permasalahan yang dihadapi pelaku wisata di Desa Pangsan dari sisi pemasaran paket wisata di Desa Pangsan. Promosi masih dilakukan dari mulut ke mulut sehingga wisatawan yang berlibur ke Desa Pangsan masih sangat terbatas.

Pelaku pariwisata di Desa Pangsan mengatakan, pengembangan desa wisata di Desa Pangsan memang menghadapi banyak kendala termasuk kendala SDM. Dengan melayani wisatawan, hanya dibantu 8 orang pemandu rafting, 4 orang tenaga restoran dan 3 orang pemandu trekking.

Pemerintah diharapkan bisa mengarahkan pengelola hotel termasuk di Nusa Dua bisa memberikan transfer ilmu pengetahuan termasuk transfer wisatawan ke Desa Pangsan. Dengan transfer ilmu tentang pariwisata dan bahasa asing bisa mengangkat SDM di Pangsan untuk melayani wisatawan.

Sementara itu dari sisi promosi, kegiatan rafting, trekking termasuk akomodasi di Desa Pangsan masih dilakukan dari mulut ke mulut. Promosi juga dilakukan dengan melakukan brosur yang disebarkan melalui information center di kawasan pariwisata di Badung, Denpasar termasuk Gianyar. Untuk menjaring wiatawan lebih banyak ke Desa Pangsan memang perlu didukung lebih banyak tenaga kerja termasuk melayani jasa travel wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung mengatakan, sebagai bagian desa wisata, Desa Pangsan memiliki daya tarik sektor pertanian, trekking, rafting dan berbagai kesenian tradisional. Desa Pangsan juga sudah memiliki sarana akomodasi berupa pondok wisata termasuk memanfaatkan rumah penduduk sebagai sarana akomodasi.

Terkait kendala ilmu pengetahuan, sektor perhotelan Nusa Dua sudah diarahkan untuk memberikan transfer ilmu kepada masyarakat desa wisata di Badung Utara termasuk di Desa Pangsan. Selain itu, anak-anak sekolah pariwisata juga sudah diarahkan untuk magang/KKN di desa wisata seperti Desa Pangsan.

Melalui anak-anak sekolah pariwisata ini bisa memberikan ilmu dalam bidang penguasaan bahasa asing termasuk keahlian dalam sektor pariwisata kepada masyarakat di Desa Pangsan.

Dari sisi pemasaran pemerintah melalui Disparda Badung masih melakukan pendekatan pengelola hotel-hotel di Badung Selatan termasuk di Nusa Dua untuk mentransfer wisatawan ke desa wisata di Badung Utara. Intinya, pengelola hotel di Badung Selatan diarahkan untuk berbagi wisatawan dengan pelaku wisata yang mengembangkan desa wisata di Badung Utara. Ke depan diharapkan selain menginap di Badung Selatan, wisatawan diharapkan bisa menikmati alam desa wisata di Badung Utara termasuk di Desa Pangsan.

 

Rafting Dukung Pengembangan Wisata Pedesaan

Atraksi wisata arum jeram (rafting) menelusuri Sungai Ayung menjadi daya tarik wisatawan mancanegara dalam menikmati wisata pedesaan yang belakangan mulai diintensifkan di Badung utara. Sedikitnya ada empat perusahaan yang dikelola masyarakat lokal melayani wisata arum jeram di Badung Utara. Masing-masing perusahaan masih berskala kecil, namun profesional dalam melayani jasa atraksi wisata yang cukup menantang itu.

Perusahaan- perusahaan itu membagi alur sungai sedemikian rupa dengan jadwal yang telah disepakati sehingga satu perusahaan dengan yang lainnya tidak berbenturan. Menurut seorang pengelola arung jeram di Badung Utara, pihaknya mengoperasikan delapan perahu karet, didukung tenaga-tenaga andal yang profesional. Setiap bulan melayani rata-rata 100 orang wisatawan mancanegara kebanyakan dari Australia dan Eropa.

Pengembangan wisata pedesaan dirintis sejak tahun 1994. Selain pengelola rafting, juga mengembangkan wisata olah raga, yakni mengajak wisatawan untuk jalan kaki ke tengah-tengah persawahan, perkebunan dan melihat dari dekat aktivitas petani.

 

Wisata Bahari masih Diunggulkan

Wisata bahari di Pantai Lovina, Kecamatan Buleleng belakangan ini telah memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Ini karena potensi wisata bahari ini hingga kini mampu memikat wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan domestik (wisdom). Pada musim libur, para pemandu wisata bahari ini meraup penghasilan per bulan hingga Rp 3 juta.

Kelian Desa Pakraman Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng mengatakan, berdasarkan pengalamannya menekuni wisata bahari, sejak lama ternyata paket wisata bahari ini peminatnya 80 persen dari total wisatawan yang berkunjung ke Lovina.

Wisatawan itu kebanyakan berasal dari Eropa, Jerman, Prancis, Inggris dan Belanda. Sementara, untuk wisdom kebanyakan datang dari Jakarta, Surabaya, Bandung dan beberapa kota besar di Indonesia. Wisdom ramai berkunjung ke Lovina untuk menikmati paket wisata bahari ketika hari Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru.

Dibandingkan dengan di Bali Selatan wisata bahari di Lovina sebenarnya tidak kalah saing. Keunggulan wisata bahari di Lovina ini karena perairan yang memiliki ombak tenang, sehingga memudahkan para pemandunya untuk mengantarkan wisatawan berwisata di tengah laut. Di samping itu, pengelolaan wisata bahari di Lovina sepenuhnya dikelola oleh masyarakat lokal, sehingga 100 persen hasilnya diterima oleh masyarakat lokal.

Diperkirakan ke depan prospek wisata bahari sangat menjanjikan. Apalagi dengan keunggulan dibandingkan daerah lain, potensi ini makin besar memberikan manfaat untuk warga lokal.

Di sisi lain, belakangan ini mulai adanya kendala yang menganjal bisnis jasa pariwisata bahari. Populasi ikan lumba-luma (dolpin) belakangan mulai berkurang. Dulunya ada empat jenis dolpin kini yang masih bisa dijumpai hanya satu jenis saja. Hal ini terjadi karena tidak semua jenis dolpin yang tergolong jinak dan mudah ditemui di tengah laut, tetapi ada jenis dolpin yang sangat sulit ditemui ketika mendengar raungan mesin perahu maupun speed boat.

Di samping itu, menjauhnya beberapa jenis dolpin belakangan ini karena ikan-ikan kecil yang menjadi pakan mulai menjauh mendekati rumpon nelayan yang dipasang di tengah laut lepas. Diharapkan pemerintah bisa memfasilitasi agar para pemandu wisata bahari ini diberikan pemahaman dalam melestarikan populasi dolpin yang masih ada saat ini. Dan memang sejauh ini pemerintah belum pernah memperhatikan masalah ini.

Bagaimana dengan tarif wisata bahari? Tarif sudah disepakati bersama-sama pemandu wisata bahari di Lovina dan jika ada permainan tarif, maka secara kelembagaan akan dikenakan sanksi organisasi.

 

Wisata Kapal Selam Jadi Alternatif

Menikmati keindahan bawah laut tidak mesti harus memiliki sertifikat menyelam dan keterampilan khusus. Mereka yang tak punya banyak waktu untuk mengikuti kursus diving, ada alternatif lain yang bisa ditempuh salah satunya dengan kapal selam (submarine) yang khusus digunakan untuk menikmati eksotika bawah laut.

Odyssey Safari Asia di Desa Labuhan Amuk, Kecamatan Manggis, Karangasem salah satu perusahaan yang menawarkan jasa penyelaman tersebut. Tercatat kapal selam yang diberi nama Odyssey II itu hanya ada dua di dunia yakni di Labuhan Amuk dan di kepulauan Hawai, Amerika Serikat. Sejak beroperasi sekitar lima tahun silam wisatawan dari berbagai penjuru dunia memanfaatkanya sebagai atraksi wisata alternatif yang aman dengan biaya cukup terjangkau.

Kegiatan Oddysey ini lebih mengutamakan keselamatan dan kenyamanan wisatawan dengan melakukan pemeriksaan pemeriksaan minimal dua kali dalam sehari, baik pengecekan maupun maintenance.

Adapun kapal yang digunakan adalah kapal berwarna putih yang memiliki panjang keseluruhan 56 kaki. Kapal buatan Kanada tersebut sanggup menyelam hingga kedalaman 150 kaki.

Sedangkan bagian lambungnya dilengkapi jendala bundar dari kaca yang dirancang kedap air agar 36 orang penumpang bisa menikmati suasana bawah laut. Kapal yang menyerupai bentuk kapsul itu sendiri, tak menggunakan bahan bakar minyak. Sumber energinya berasal dari baterai yang biasa diisi ulang berbarengan proses pengecekan di kapal induknya. Spesifikasi lainnya, kapal ini dikemudikan dengan kecepatan rata-rata 5 knot dan durasi penyelaman sama seperti diving pada umumnya, 45 menit.

Sementara itu, tamu dari Australia atau Eropa biasanya akan ramai datang pada bulan Juni hingga Juli. Sementara yang dari Rusia, Jepang dan Amerika rata-rata datang pada saat Desember sampai Januari. Atau bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru. Sementara wisatawan domestik umumnya paling ramai datang saat musim libur Lebaran.

 

Wisata Arung Jeram Sepi Pengunjung

Musim liburan sekolah tahun ini, tidak membuat usaha pariwisata arung jeram ramai sebagaimana dengan kondisi sebelumnya.

Di mana musim liburan kali ini, terasa jumlah wisatawan yang berolah raga air ini sangat sepi. Bahkan, telah terjadi penurunan sampai di atas 50 persen dari kondisi normal, minimal 200 orang wisatawan per hari menjadi di bawah 100 orang per hari.

Jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Bali musim libur ini cukup ramai. Namun, yang menikmati olah raga arung jeram di Sungai Ayung sangat sedikit sehingga sepi. Padahal, musim liburan tahun-tahun sebelumnya wisata arung jeram ini sangat menarik minat banyak wisatawan.

Dengan demikian, wisata ini sangat ramai. Terlebih lagi didukung dengan volume air sungai yang cukup besar dan deras, membuat wisata ini menjadi lebih menantang wisatawan.

Sekarang ini selain wisatawan sepi, air sungai juga tidak begitu besar yang membuat wisatawan kurang tertarik. Hanya beberapa wisatawan asal negara Asia seperti Taiwan yang menikmati wisata olah raga arung jeram. Padahal, sebelumnya wisatawan asal Eropa, Australia dan lainnya juga sangat menyukai wisata ini.

Hanya saja, wisatawan seolah-olah enggan menikmati indahnya pemandangan di tepi Sungai Ayung yang airnya deras serta berkelok-kelok yang memiliki daya tarik sendiri.

 

Wisata Bahari di Karangasem Menjanjikan

Kawasan pesisir dengan bentangan pantai puluhan kilometer di Karangasem, sangat potensial untuk mengembangkan wisata bahari. Eksotik bawah laut yang tak kalah dengan lokasi wisata bahari lainnya, mengundang kekaguman wisatawan mancanegara.

Pesisir Tulamben, Candidasa, Amed, Padangbai misalnya. Selain keindahan pantai, pesona bawah laut dan kondisi terumbu karang yang masih alami sangat potensial untuk mendulang pendapatan. Meski wisata bahari amat menjanjikan, namun peran pemerintah masih sangat rendah.

Bahkan, pengelola hotel dan restoran mengaku mempromosikan secara swadaya keunggulan objek wisata tersebut. Kebanyakan obyek wisata ini dipromosikan sendiri baik melalui brosur atau internet.

Meski campur tangan pemerintah untuk kemajuan pariwisata dinilai masih kurang, pelaku wisata bahari bersyukur karena tidak menemui kendala yang berarti dalam pengelolaannya. Bahkan, wisatawan mancanegara yang datang juga memberikan apresiasi positif terhadap wisata bahari.

Sementara itu, prospek wisata bahari di Karangasem sangat cerah mengingat banyak lokasi wisata bahari yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Wisatawan asing banyak yang berdatangan. Di antaranya dari Amerika Serikat, Kanada, Australia maupun Jepang.

Mereka umumnya datang untuk menikmati panorama biota bawah laut yang sudah dikenal hingga ke penjuru dunia. Sebaliknya, wisatawan asal Australia, Prancis, AS dan negara-negara Eropa mengeluhkan visa on arrival yang dikeluarkan negaranya dalam kunjungannya ke Indonesia . Dengan demikian, banyak wisatawan yang semula akan berkunjung ke Bali mengalihkan rencana perjalanan ke Thailand.