Dikembangkannya Desa Pangsan sebagai desa wisata di Kecamatan Petang, menambah daya tarik wisata di Badung Utara yang bisa dinikmati wisatawan yang berlibur ke Bali. Dalam pengembangannya, Desa Pangsan masih terkendala kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama yang bisa berbahasa asing termasuk pemasaran paket wisata di Desa Pangsan kepada calon wisatawan.
Desa Pangsan memang mampu menyajikan berbagai atraksi wisata seperti trekking, rafting dan sarana akomodasi yang telah disediakan masyarakat. Dengan mengedepankan sektor pertanian, masyarakat di Desa Pangsan juga mampu menghasilkan produk pertanian yang bisa dinikmati wisatawan seperti salak, berbagai sayuran seperti kacang-kacangan, sayur hijau, sayur pakis dan beberapa jenis produk pertanian lain.
Dengan modal hasil produk pertanian tersebut, pengelola akomodasi di Desa Pangsan mampu menyajikan berbagai menu makanan yang bisa dinikmati wisatawan selama menginap di Desa Pangsan. Saat ini kendala yang dihadapi pelaku wisata di Desa Pangsan ini kekurangan tenaga pemandu trekking, rafting termasuk tenaga yang menangani sarana akomodasi yang mampu berbahasa asing. Pemerintah diharapkan bisa memberikan pelatihan bahasa asing kepada masyarakat di Desa Pangsan yang selama ini melayani wisatawan yang berlibur di Desa Pangsan.
Dari pelatihan bahasa asing tersebut, diharapkan masyarakat terlibat dalam kegiatan akomodasi, rafting, trekking bisa lebih maksimal melayani wisatawan. Terkait kesenian, generasi muda di Desa Pangsan sudah menyiapkan atraksi kesenian seperti kesenian barong.
Permasalahan yang dihadapi pelaku wisata di Desa Pangsan dari sisi pemasaran paket wisata di Desa Pangsan. Promosi masih dilakukan dari mulut ke mulut sehingga wisatawan yang berlibur ke Desa Pangsan masih sangat terbatas.
Pelaku pariwisata di Desa Pangsan mengatakan, pengembangan desa wisata di Desa Pangsan memang menghadapi banyak kendala termasuk kendala SDM. Dengan melayani wisatawan, hanya dibantu 8 orang pemandu rafting, 4 orang tenaga restoran dan 3 orang pemandu trekking.
Pemerintah diharapkan bisa mengarahkan pengelola hotel termasuk di Nusa Dua bisa memberikan transfer ilmu pengetahuan termasuk transfer wisatawan ke Desa Pangsan. Dengan transfer ilmu tentang pariwisata dan bahasa asing bisa mengangkat SDM di Pangsan untuk melayani wisatawan.
Sementara itu dari sisi promosi, kegiatan rafting, trekking termasuk akomodasi di Desa Pangsan masih dilakukan dari mulut ke mulut. Promosi juga dilakukan dengan melakukan brosur yang disebarkan melalui information center di kawasan pariwisata di Badung, Denpasar termasuk Gianyar. Untuk menjaring wiatawan lebih banyak ke Desa Pangsan memang perlu didukung lebih banyak tenaga kerja termasuk melayani jasa travel wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung mengatakan, sebagai bagian desa wisata, Desa Pangsan memiliki daya tarik sektor pertanian, trekking, rafting dan berbagai kesenian tradisional. Desa Pangsan juga sudah memiliki sarana akomodasi berupa pondok wisata termasuk memanfaatkan rumah penduduk sebagai sarana akomodasi.
Terkait kendala ilmu pengetahuan, sektor perhotelan Nusa Dua sudah diarahkan untuk memberikan transfer ilmu kepada masyarakat desa wisata di Badung Utara termasuk di Desa Pangsan. Selain itu, anak-anak sekolah pariwisata juga sudah diarahkan untuk magang/KKN di desa wisata seperti Desa Pangsan.
Melalui anak-anak sekolah pariwisata ini bisa memberikan ilmu dalam bidang penguasaan bahasa asing termasuk keahlian dalam sektor pariwisata kepada masyarakat di Desa Pangsan.
Dari sisi pemasaran pemerintah melalui Disparda Badung masih melakukan pendekatan pengelola hotel-hotel di Badung Selatan termasuk di Nusa Dua untuk mentransfer wisatawan ke desa wisata di Badung Utara. Intinya, pengelola hotel di Badung Selatan diarahkan untuk berbagi wisatawan dengan pelaku wisata yang mengembangkan desa wisata di Badung Utara. Ke depan diharapkan selain menginap di Badung Selatan, wisatawan diharapkan bisa menikmati alam desa wisata di Badung Utara termasuk di Desa Pangsan.