Adanya kasus kecelakaan yang menimpa wisatawan yang melakukan kegiatan rafting di Bali, harus disikapi dengan meningkatkan kewaspadaan serta memprioritaskan keselamatan wisatawan.
Memasuki musim hujan seperti sekarang ini, air hujan akan berdampak pada penambahan debit air dan kecepatan arus air sungai. Penambahan ketinggian air ini patut diwaspadai guide rafting yang mengantarkan wisatawan melakukan rafting.
Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, seperti dalam kegiatan rafting tidak boleh hanya dilakukan satu perahu. Minimal dalam kegiatan rafting dilakukan 2 perahu. Antarperahu ini mesti saling mendukung dan memberikan bantuan jika terjadi kecelakaan dalam kegiatan rafting tersebut.
Dalam rombongan kegiatan rafting satu perahu mesti difungsikan sebagai perahu pengawasan dan pengobatan. Jika sampai ada perahu dalam rombongan membutuhkan pertolongan perahu pengawas ini wajib memberikan pertolongan sehingga tidak sampai terjadi kecelakaan. Perahu yang tersangkut atau terjebak dalam batu besar berpotensi mengalami kecelakaan.
Selain itu, untuk keselamatan seluruh peserta rafting juga wajib menggunakan alat pengaman. Ini terutama helm pengaman dan baju pelampung yang bisa membuat wisatawan mengapung ketika keluar dari perahu seperti ketika perahu terbalik.