Archive for June, 2010

Wisata Bahari di Karangasem Menjanjikan

Kawasan pesisir dengan bentangan pantai puluhan kilometer di Karangasem, sangat potensial untuk mengembangkan wisata bahari. Eksotik bawah laut yang tak kalah dengan lokasi wisata bahari lainnya, mengundang kekaguman wisatawan mancanegara.

Pesisir Tulamben, Candidasa, Amed, Padangbai misalnya. Selain keindahan pantai, pesona bawah laut dan kondisi terumbu karang yang masih alami sangat potensial untuk mendulang pendapatan. Meski wisata bahari amat menjanjikan, namun peran pemerintah masih sangat rendah.

Bahkan, pengelola hotel dan restoran mengaku mempromosikan secara swadaya keunggulan objek wisata tersebut. Kebanyakan obyek wisata ini dipromosikan sendiri baik melalui brosur atau internet.

Meski campur tangan pemerintah untuk kemajuan pariwisata dinilai masih kurang, pelaku wisata bahari bersyukur karena tidak menemui kendala yang berarti dalam pengelolaannya. Bahkan, wisatawan mancanegara yang datang juga memberikan apresiasi positif terhadap wisata bahari.

Sementara itu, prospek wisata bahari di Karangasem sangat cerah mengingat banyak lokasi wisata bahari yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Wisatawan asing banyak yang berdatangan. Di antaranya dari Amerika Serikat, Kanada, Australia maupun Jepang.

Mereka umumnya datang untuk menikmati panorama biota bawah laut yang sudah dikenal hingga ke penjuru dunia. Sebaliknya, wisatawan asal Australia, Prancis, AS dan negara-negara Eropa mengeluhkan visa on arrival yang dikeluarkan negaranya dalam kunjungannya ke Indonesia . Dengan demikian, banyak wisatawan yang semula akan berkunjung ke Bali mengalihkan rencana perjalanan ke Thailand.

 

Kenaikan Retribusi Dikeluhkan Pengusaha Rafting

Rencana kenaikan retribusi tempat rekreasi dan olah raga di Karangasem, menuai keluhan dari pengelola jasa wisata. Salah satunya datang dari pengelola rafting Telaga Waja. Pasalnya, pengesahan perda yang mengatur soal kenaikan pajak tersebut, belum sempat disosialisasikan, padahal akan dilaksanakan mulai awal bulan depan.

Bersama sejumlah pengurusnya, Ketua Asosiasi Rafting Telaga Waja mendatangi gedung DPRD Karangasem untuk menyampaikan keberatan dengan rencana kenaikan retribusi sampai 100 persen itu. Mereka menuntut pemerintah agar rencana tersebut disosialisasikan lebih awal. Selain itu sejumlah fasilitas pendukung juga mesti dibangun, seperti tempat pemantauan dan sarana lainnya, mengingat lokasi yang saat ini dijadikan sebagai tempat atraksi olah raga air di Sungai Telaga Waja fasilitasnya masih sangat minim.

Wakil Ketua DPRD Karangasem mengatakan Perda No. 3/2010 yang mengatur tentang retribusi tempat rekreasi dan olah raga sudah disahkan dan mulai berlaku minggu depan. Namun, dalam pelaksanaannya masih akan disosialisasikan kepada masyarakat Mengingat kondisi pariwisata yang saat ini sedang sepi. Perda ini memang sudah disahkan, namun pelaksanaannya masih ada tenggang waktu, dan harus disosialisasikan lebih dulu kepada masyarakat.

Dalam hal ini lembaga Dewan menyepakati rencana yang diajukan pihak eksekutif namun masih ada sejumlah catatan yang diberikan termasuk proses sosialisasi dan tenggang waktu pelaksanaannya.

 

Wisatawan Muda Rusia Lebih Memilih Kawasan Kuta

Wisatawan Rusia yang banyak berlibur ke Bali tahun 2010 di antaranya merupakan wisatawan yang berusia muda. Konsul Kehormatan Rusia mengatakan wisatawan muda Rusia ini lebih banyak menyasar kawasan Kuta dan kawasan wisata lainnya di Bali.

Wisatawan Rusia yang berpendapatan menengah ke atas rata-rata memilih menginap di kawasan Nusa Dua. Mereka berlibur ke Bali memang mencari ketenangan dan kenyamanan. Hotel-hotel di Nusa Dua lebih menampilkan alam pantai yang tenang. Sebaliknya, wisatawan muda dari Rusia memilih kawasan wisata di Bali yang ramai wisatawan seperti Kuta.

Selain memanfaatkan jasa biro perjalanan wisata (BPW) wisatawan berusia muda yang berlibur ke Bali di antaranya langsung ke Bali dan tidak memanfaatkan jasa BPW. Mereka memesan kamar melalui jalur internet. Salah satu kawasan yang dipilih wisatawan Rusia berusia muda ini adalah Kuta. Wisatawan Rusia ini memilih Kuta untuk mendapatkan harga kamar yang lebih murah. Mereka berharap menginap di Kuta sehingga bisa bermain surfing.

Konsul Kehormatan Rusia di Bali tetap berharap kepada wisatawan Rusia muda ini berhati-hati ketika menginap di kawasan Kuta termasuk kawasan wisata lain di Bali. Mereka terutama diharapkan tidak menggunakan barang berharga yang terlalu menonjol sehingga tidak menjadi sasaran tindak kejahatan.

Berdasarkan data yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Bali kunjungan wisatawan Rusia ke Bali pada Januari-April 2010 sebanyak 24.970 orang. Sementara kunjungan wisatawan Rusia ke Bali Januari-April 2009 sebanyak 25.165 orang. Bila dikalkulasi kunjungan wisatawan Rusia ke Bali pada Januari-April 2010 mengalami penurunan sebesar 0,77 persen dibandingkan kunjungan wisatawan Rusia ke Bali pada Januari-April 2009.

Sementara itu, adanya gejolak/gangguan keamanan di beberapa kawasan Rusia seperti Vladivostok dan Novosibirsk tidak terlalu mempengaruhi kunjungan wisatawan Rusia ke Bali. Penyumbang wisatawan Rusia ke Bali lebih banyak dari Kota Moskow. Sementara Kota Moskow dari sisi letak geografis jauh dari Vladivostok dan Novosibirsk.

 

Wisatawan Muda Rusia Lebih Memilih Kawasan Kuta

Wisatawan Rusia yang banyak berlibur ke Bali tahun 2010 di antaranya merupakan wisatawan yang berusia muda. Konsul Kehormatan Rusia mengatakan wisatawan muda Rusia ini lebih banyak menyasar kawasan Kuta dan kawasan wisata lainnya di Bali.

Wisatawan Rusia yang berpendapatan menengah ke atas rata-rata memilih menginap di kawasan Nusa Dua. Mereka berlibur ke Bali memang mencari ketenangan dan kenyamanan. Hotel-hotel di Nusa Dua lebih menampilkan alam pantai yang tenang. Sebaliknya, wisatawan muda dari Rusia memilih kawasan wisata di Bali yang ramai wisatawan seperti Kuta.

Selain memanfaatkan jasa biro perjalanan wisata (BPW) wisatawan berusia muda yang berlibur ke Bali di antaranya langsung ke Bali dan tidak memanfaatkan jasa BPW. Mereka memesan kamar melalui jalur internet. Salah satu kawasan yang dipilih wisatawan Rusia berusia muda ini adalah Kuta. Wisatawan Rusia ini memilih Kuta untuk mendapatkan harga kamar yang lebih murah. Mereka berharap menginap di Kuta sehingga bisa bermain surfing.

Konsul Kehormatan Rusia di Bali tetap berharap kepada wisatawan Rusia muda ini berhati-hati ketika menginap di kawasan Kuta termasuk kawasan wisata lain di Bali. Mereka terutama diharapkan tidak menggunakan barang berharga yang terlalu menonjol sehingga tidak menjadi sasaran tindak kejahatan.

Berdasarkan data yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Bali kunjungan wisatawan Rusia ke Bali pada Januari-April 2010 sebanyak 24.970 orang. Sementara kunjungan wisatawan Rusia ke Bali Januari-April 2009 sebanyak 25.165 orang. Bila dikalkulasi kunjungan wisatawan Rusia ke Bali pada Januari-April 2010 mengalami penurunan sebesar 0,77 persen dibandingkan kunjungan wisatawan Rusia ke Bali pada Januari-April 2009.

Sementara itu, adanya gejolak/gangguan keamanan di beberapa kawasan Rusia seperti Vladivostok dan Novosibirsk tidak terlalu mempengaruhi kunjungan wisatawan Rusia ke Bali. Penyumbang wisatawan Rusia ke Bali lebih banyak dari Kota Moskow. Sementara Kota Moskow dari sisi letak geografis jauh dari Vladivostok dan Novosibirsk.

 

Liburan Sekolah, Animo Wisdom Mendaki Meningkat

Musim liburan sekolah yang berlangsung hampir sebulan, menyebabkan intensitas wisatawan untuk melakukan pendakian ke puncak Gunung Batur Kabupaten Bangli ini diprediksi meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, wisatawan yang melakukan pendakian umumnya masih didominasi oleh kalangan pelajar atau mahasiswa yang ingin mengisi libur dengan wisata mendaki.

Meski terjadi peningkatan, namun secara ekonomis ini belum menjamin peningkatan pendapatan bagi para pemandu pendaki Gunung Batur. Pendaki lokal misalnya mahasiswa maupun siswa di Bali, ketika melakukan pendakian biasanya melakukan pendakian secara mandiri atau didampingi oleh guru pendamping atau teman-teman mereka yang sudah memiliki pengalaman mendaki Gunung Batur. Dengan demikian, otomatis para pemandu setempat tidak memungut biaya kepada para pendaki.

Meski demikian, pada bulan Juli hingga Agustus mendatang jumlah wisatawan yang akan melakukan pendakian ke puncak Gunung Batur diperkirakan juga akan mengalami kenaikan. Mengingat bulan-bulan ini merupakan puncak musim pendakian ke Gunung Batur. Bulan Juli dan Agustus merupakan puncak musim kemarau sehingga pendaki akan memilih bulan-bulan ini untuk mendaki.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Pramuwisata Pendakian Gunung Batur (HPPGB) membenarkan, jika puncak pendakian yang dilakukan oleh wisatawan mancanegera ke Gunung Batur umumnya berlangsung antara Juli dan Agustus. Meski ini belum merupakan jaminan, namun trennya memang seperti itu.

 

Konflik Israel Tak Mempengaruhi Kunjungan Wisatawan Eropa ke Bali

Banyaknya aksi unjuk rasa dari beberapa negara di dunia yang mengecam serangan Israel terhadap armada kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza beberapa waktu lalu, tidak akan mempengaruhi sektor pariwisata Bali.

Konflik tersebut hanya terjadi di wilayah Israel dan Palestina. Sementara jarak kawasan pasar pariwisata Bali seperti Eropa relatif jauh dari wilayah konflik Israel-Palestina. Meski terjadi ketegangan di kedua kawasan tersebut, wisatawan mancanegara seperti dari Eropa akan tetap berlibur ke Bali.

Sementara itu, aksi unjuk rasa yang terjadi di Eropa mengecam serangan Israel terhadap armada kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza beberapa waktu sebelumnya, pada dasarnya tidak akan mempengaruhi kunjungan wisatawan dari Eropa ke Bali. Ini dengan syarat kondisi keamanan di Indonesia termasuk Bali relatif kondusif setelah unjuk rasa yang mengecam penyerangan yang dilakukan Israel di jalur Gaza.

Meski terjadi aksi-aksi unjuk rasa di Indonesia terkait penyerangan Israel tersebut diharapkan tidak mengganggu sektor keamanan Bali. Wisatawan dunia termasuk dari Eropa akan berkunjung ke Bali jika keamanan di Bali termasuk di Indonesia kondusif.

Selain itu, beberapa negara-negara seperti di Eropa yang warganya melakukan unjuk rasa yang intinya mengecam penyerangan Israel terhadap armada kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza. Aksi unjuk rasa tersebut tidak ada kaitannya dengan sektor pariwisata.

Bagi wisatawan mancanegara yang berlibur ke Bali, akan tetap berlibur meski terjadi ketegangan di Israel. Wisatawan seperti dari Eropa, Asia termasuk Timur Tengah memiliki jadwal berlibur yang telah dirancang dalam waktu yang lama.

liburan tersebut akan tetap berlangsung jika kondisi keamanan kawasan pariwisata yang dituju seperti pariwisata Bali relatif kondusif. Ini terkecuali wisatawan asal Israel dan Palestina yang sedang menghadapi konflik tersebut tidak bisa berlibur ke Bali karena adanya kemungkinan ancaman gangguan keamanan di kedua wilayah tersebut.

Selain itu, sampai saat ini tidak ada travel warning bagi Indonesia dari negara lain yang muncul sebagai imbas dari konflik Israel-Palestina. Penerbangan dunia juga tidak terganggu dengan adanya konflik Israel-Palestina.

Jalur penerbangan seperti dari Eropa tidak melalui kawasan konflik Israel-Palestina. Ini bisa dipastikan wisatawan dunia seperti dari Eropa, Asia termasuk Timur Tengah bisa dengan aman dan nyaman berlibur ke Indonesia termasuk ke Bali.

Data yang tercatat di Disparda Bali, total kunjungan wisatawan dari Eropa ke Bali tahun 2009 mencapai 590.047 orang. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) langsung ke Bali pada tahun 2009 mencapai 2.229.945 orang.

Jika kondisi Indonesia dan Bali relatif aman termasuk tidak terpengaruh imbas konflik Israel-Palestina, kunjungan wisman ke Bali 2010 dipastikan melebihi kunjungan wisman 2009.

 

Objek Wisata Air Panas di Tabanan Berpotensi Dikembangkan

Objek wisata seperti Tanah Lot dan Bedugul sudah menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Tabanan, selain itu Tabanan juga memiliki potensi alam berupa air panas. Objek wisata itu terdapat di Penebel dan Baturiti.

Objek wisata air panas yang sudah mendapat penataan adalah objek wisata air panas di Desa Penatahan, Penebel dan objek wisata Angseri, di Desa Angseri, Baturiti. Sementara untuk objek wisata air panas lainnya, mulai ditata secara perlahan.

Objek wisata air panas yang berlokasi di Desa Penatahan, memang objek wisata yang sudah dikelola dengan baik dengan manajemen yang profesional. Sementara objek wisata air panas Angseri, memang ditata belakangan dibandingkan dengan objek wisata air panas Penatahan. Namun demikian, kunjungan wisatawan ke objek wisata ini cukup menggembirakan terutama saat hari raya dan liburan sekolah.

Kedua objek wisata tersebut memang sudah mulai dikenal dan dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara, terutama saat liburan dan hari raya.

Selain itu, potensi alam berupa air panas memang banyak ada di Kecamatan Penebel. Selain di Penatahan, juga ada di Belulang. Ke depan akan ditata sedemikian rupa, sehingga mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Belulang, sebagaimana layaknya objek wisata air panas lainnya di Tabanan.

Objek wisata air panas, di samping mampu membuat rileks, juga diyakini oleh warga berkhasiat menyembuhkan beberapa jenis penyakit kulit. Terlepas percaya atau tidak warga meyakini kalau air panas di daerah atas itu berkhasiat bisa menyembuhkan penyakit kulit.

Ke depan obyek wisata ini akan terus dilakukan pembenahan. Salah satunya melengkapi sarana kesehatan berupa toilet bertaraf internasional, namun akan tetap menampilkan bangunan ciri khas Bali.

 

Guide Rafting harus Prioritaskan Keselamatan Wisatawan

Adanya kasus kecelakaan yang menimpa wisatawan yang melakukan kegiatan rafting di Bali, harus disikapi dengan meningkatkan kewaspadaan serta memprioritaskan keselamatan wisatawan.

Memasuki musim hujan seperti sekarang ini, air hujan akan berdampak pada penambahan debit air dan kecepatan arus air sungai. Penambahan ketinggian air ini patut diwaspadai guide rafting yang mengantarkan wisatawan melakukan rafting.

Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, seperti dalam kegiatan rafting tidak boleh hanya dilakukan satu perahu. Minimal dalam kegiatan rafting dilakukan 2 perahu. Antarperahu ini mesti saling mendukung dan memberikan bantuan jika terjadi kecelakaan dalam kegiatan rafting tersebut.

Dalam rombongan kegiatan rafting satu perahu mesti difungsikan sebagai perahu pengawasan dan pengobatan. Jika sampai ada perahu dalam rombongan membutuhkan pertolongan perahu pengawas ini wajib memberikan pertolongan sehingga tidak sampai terjadi kecelakaan. Perahu yang tersangkut atau terjebak dalam batu besar berpotensi mengalami kecelakaan.

Selain itu, untuk keselamatan seluruh peserta rafting juga wajib menggunakan alat pengaman. Ini terutama helm pengaman dan baju pelampung yang bisa membuat wisatawan mengapung ketika keluar dari perahu seperti ketika perahu terbalik.