Kawasan pesisir dengan bentangan pantai puluhan kilometer di Karangasem, sangat potensial untuk mengembangkan wisata bahari. Eksotik bawah laut yang tak kalah dengan lokasi wisata bahari lainnya, mengundang kekaguman wisatawan mancanegara.
Pesisir Tulamben, Candidasa, Amed, Padangbai misalnya. Selain keindahan pantai, pesona bawah laut dan kondisi terumbu karang yang masih alami sangat potensial untuk mendulang pendapatan. Meski wisata bahari amat menjanjikan, namun peran pemerintah masih sangat rendah.
Bahkan, pengelola hotel dan restoran mengaku mempromosikan secara swadaya keunggulan objek wisata tersebut. Kebanyakan obyek wisata ini dipromosikan sendiri baik melalui brosur atau internet.
Meski campur tangan pemerintah untuk kemajuan pariwisata dinilai masih kurang, pelaku wisata bahari bersyukur karena tidak menemui kendala yang berarti dalam pengelolaannya. Bahkan, wisatawan mancanegara yang datang juga memberikan apresiasi positif terhadap wisata bahari.
Sementara itu, prospek wisata bahari di Karangasem sangat cerah mengingat banyak lokasi wisata bahari yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Wisatawan asing banyak yang berdatangan. Di antaranya dari Amerika Serikat, Kanada, Australia maupun Jepang.
Mereka umumnya datang untuk menikmati panorama biota bawah laut yang sudah dikenal hingga ke penjuru dunia. Sebaliknya, wisatawan asal Australia, Prancis, AS dan negara-negara Eropa mengeluhkan visa on arrival yang dikeluarkan negaranya dalam kunjungannya ke Indonesia . Dengan demikian, banyak wisatawan yang semula akan berkunjung ke Bali mengalihkan rencana perjalanan ke Thailand.