Archive for May, 2010

Tunggu Aturan untuk Keluarkan Sertifikat Guide Rafting

Guna meningkatkan kualitas SDM guide rafting di Bali, tentu mesti diikuti dengan diklat termasuk proses sertifikasi. Untuk saat ini, Disparda masih fokus pemberian diklat, sementara untuk pemberian sertifikat bagi guide rafting, masih menunggu aturan pendukung.

Untuk kegiatan wisata bahari di laut seperti diving , guide diving sudah dilengkapi dengan sertifikat. Sertifikat ini bisa diperoleh pada pelatihan diving yang diberikan lembaga berstandar internasional yang ada di Bali. Adapun yang perlu mendapatkan perhatian adalah guide rafting karena belum ada lembaga yang bisa memberikan sertifikasi. Disparda Bali saat ini baru memberikan bimbingan teknis (bintek) kepada guide rafting di Bali. Dari bintek tersebut, Disparda memberikan surat keterangan telah mengikuti bintek.

Dalam bintek tersebut, Disparda Bali memberikan penjelasan keahlian apa yang wajib dimiliki pemandu wisata bahari termasuk guide rafting maupun guide diving. Setelah mengikuti bintek, guide rafting ini perlu melalui uji sertifikasi.

Sementara itu, Disparda masih menunggu aturan yang memperkuat untuk bisa memberikan sertifikasi bagi guide rafting. Jika aturan tersebut telah ada, surat keterangan bintek yang telah dikantongi guide rafting bisa dijadikan dasar untuk mengikuti uji sertifikasi yang dilakukan Disparda Bali. Disparda tetap berharap ke depan guide rafting memiliki sertifikat yang setara dengan pramuwisata lainnya.

Selain itu, untuk memberikan sertifikasi bagi guide rafting ini, memerlukan proses yang panjang. Ini termasuk Disparda Bali masih menunggu dikeluarkannya dasar hukum yang kuat bagi Disparda untuk mengeluarkan sertifikat bagi guide rafting di Bali. Sementara, untuk memasukkan guide rafting dan guide diving dalam HPI Bali mesti dibicarakan lebih lanjut dengan Gahawisri Bali.

 

Guide Rafting bisa Bergabung dengan HPI

Pemandu wisata (guide) rafting, diving dan snorkeling merupakan bagian profesi sebagai pramuwisata. Ketua DPD HPI Bali mengatakan, guide rafting, diving dan snorkeling ini bisa masuk menjadi bagian anggota HPI dalam satu komisariat khusus.

Saat ini guide khusus yang sudah masuk sebagai bagian anggota HPI Bali adalah guide pendaki gunung. Guide pendaki gunung ini memiliki keahlian khusus berupa mendaki gunung dan memberikan penjelasan kepada wisatawan pecinta alam tersebut dalam bahasa asing.

Guide pendaki gunung seperti di wilayah Kintamani sudah tergabung dalam satu asosiasi. Salah satu contoh pendaki Gunung Batur sudah tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Pendaki Gunung Batur (HPPGB). HPPGB memiliki anggota sekitar 51 orang pramuwisata pendaki gunung. HPPGB ini sudah resmi di bawah HPI Bali karena bagian dari pramuwisata. Dan HPPGB ini sudah menjadi salah satu komisariat di HPI Bali.

Para guide diving, guide snorkeling, guide rafting bisa menjadi anggota HPI Bali, karena mereka memiliki profesi sebagai pramuwisata dengan keahlian khusus. Guide rafting, diving dan snorkeling ini juga memberikan petunjuk dalam mengantar wisatawan dalam kegiatan wisata bahari.

Selaku guide, mereka bisa bergabung dalam satu komisariat khusus di bawah HPI Bali. Salah satu contoh komisariat dari guide rafting, diving dan snorkeling tersebut bisa diberi nama komisariat pramuwisata wisata bahari.

Sementara itu, untuk merangkul guide rafting, snorkeling dan diving tersebut, HPI Bali akan berkoordinasi dengan Disparda Bali dan Gahawisri Bali. Jika Gahawisri memandang perlu, guide itu bisa diarahkan masuk dalam bagian anggota HPI Bali dalam komisariat khusus.

Selain itu, untuk memasukkan guide tersebut sebagai anggota HPI juga perlu pembicaraan yang mendalam antara HPI, Disparda Bali dan Gahawisri. Sama seperti halnya pramuwisata di darat, HPI bersama Disparda dan Gahawisri juga bisa menyelenggarakan diklat dan memberikan uji sertifikasi kepada guide diving, snorkeling dan guide rafting. Selanjutnya setelah mengikuti diklat dan lulus sertifikasi, guide rafting, diving dan snorkeling ini bisa menjadi bagian dari anggota HPI dalam satu komisariat wisata bahari. Guide rafting ini memerlukan keahlian khusus untuk mengetahui kecepatan air, menghadapi rintangan batu termasuk keterampilan beretika di depan wisatawan. Selain pengetahuan tentang wisata tirta dan bahasa asing, guide rafting ini harus tahu tentang etika dalam memandu wisatawan rafting.

 

Bali Potensial Jaring Wisatawan Inggris

Keindahan alam bawah laut yang dikemas dalam wisata bahari, pantai, serta iklim tropis yang dimiliki Bali menjadi salah satu potensi untuk menjaring wisatawan Inggris berkunjung ke Pulau Dewata.

Sejumlah pelaku pariwisata Bali mengatakan, deburan ombak pantai dengan biota lautnya yang menawan membuat wisatawan Inggris kepincut. Di samping tertarik dengan aktivitas budaya, destinasi yang memiliki keindahan pantai juga menjadi tujuan favorit bagi wisatawan Inggris. Pantai Dreamland menjadi salah satu tujuan selama berlibur di Bali.

Kecintaan wisatawan Inggris terhadap objek wisata yang beriklim tropis, dikarenakan iklim di negaranya sangat dingin, meski musim panas, sehingga mereka mencari destinasi wisata yang memiliki pantai untuk mendapat sinar matahari.

Untuk menyasar wisatawan Inggris, diperlukan promosi lewat media online. Karena berdasarkan data menunjukkan 76 persen warga Inggris memanfaatkan fasilitas internet untuk memilih akomodasi, pemesanan tiket pesawat dan destinasi wisata yang akan dikunjungi.

Selain memanfaatkan akses internet dalam menentukan destinasi yang akan dituju, wisatawan Inggris banyak yang memanfaatkan agen perjalanan. Terutama yang berkunjung ke long-haul destination (destinasi wisata yang jauh dari negaranya). Wisatawan Inggris terkadang tidak terlalu yakin dengan booking melalui internet. Di samping itu faktor biaya, di mana agen perjalanan sering memberikan keringanan biaya penerbangan dalam jumlah peserta yang banyak.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Bali, Inggris mempunyai andil 3,56 persen dalam memasok turis ke Bali dari total kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 356.704 orang selama periode Februari 2010. Kedatangan wisatawan Inggris ke Bali selama periode tersebut mencapai 12.708 orang atau 34,86 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.