Pikat konsumen Spa Lewat Tawaran Bahan Natural dan Pijat Tradisional

Beberapa spa dan salon di Kota Denpasar dalam menggaet konsumen, menawarkan konsep natural atau berbahan alami serta pijat tradisional.

Seperti yang diungkapkan seorang pemilik salon dan Spa, baru-baru ini, bahwa konsep yang ditawarkan di tempatnya lebih ke natural dengan menggunakan bahan alami dan buah-buahan, biji-bijian dan rempah-rempah untuk semua jenis perawatan. Mulai dan perawatan tubuh, rambut, tangan, kaki, serta perawatan wajah. Dikatakan, perawatan yang paling banyak diminati konsumen adalah perawatan organ intim kewanitaan, totok wajah, serta lulur yang mana semua perawatan tersebut menggunakan bahan-bahan alami.

Dijelaskan, untuk perawatan organ kewanitaan ditempatnya disebut dengan dudus meratus bagian intim. Dalam perawatan tersebut menggunakan rempah, cempaka putih serta madu, dan diyakini mampu mencegah penyakit kanker rahim, keputihan, gatal-gatal serta bau tidak sedap.

Lebih jauh dijelaskan, sedangkan untuk perawatan totok wajah menggunakan lulur bengkuang dicampur dengan susu sapi. Fungsi bengkuang itu sendiri untuk memutihkan wajah sedangkan susu sapi berfungsi untuk menghaluskan kulit wajah, agar terlihat tetap bersih. Lanjutnya, untuk perawatan tubuh seperti lulur serta pijat menggunakan rempah-rempah, serta buah-buahan tradisional Bali seperti kacang hijau, beras merah, jagung, minyyak melati, alpukat dan lainnya.

Disinggung mengenai tarif, ditambahkan, untuk dudus meratus Rp 50 ribu, totok Wajah Rp 100 ribu, lulur dan pijat Rp 90 ribu. Perawatan tubuh tarifnya mulai dari 50 ribu, perawatan wajah mulai dan 50 ribu keatas juga sedangkan lulur susu atau pemutih kulit tarifnya Rp 90 ribu,” imbuhnya.

Di tempat terpisah, seorang pemilik spa juga mengungkapkan hal yang sama. Bahan-bahan tradisional tetap menjadi pilihan dalam perawatan di tempatnya. Untuk perawatan tubuh dengan menggunakan pijat tradisional menggunakan lulur berbahan alami seperti dan mangga, kopi, stroberi, kopi, susu, dan lainnya. Dengan tarif perawatan mulai Rp 80 ribu, membuat tempatnya kebanyakan dikunjungi warga lokal serta wisatawan domestik.

 

Leave a Reply