Kopi Mengkudu Buat Kesehatan

Terobosan yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT), Banjar Sukajati, Desa Taman, Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, boleh diacungi jempol. Tak sekadar memasarkan kopi kemasan konvensional, mereka mencoba produk baru dengan perpaduan antara kopi murni dan buah mengkudu yang selama ini masih banyak terbuang. Hasilnya pun dinamakan kopi mengkudu karena merupakan hasil campuran buah mengkudu asli dengan biji kopi robusta, petik merah pilihan.

Kepala Desa Taman, mengisahkan awal mula digagasnya kopi mengkudu ini. Pada tahun 2007, seorang warga setempat menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi akibat kecanduankopi. Sehari-harinya, warga itu lebih senang mengkonsumsi kopi murni yang tinggi kandungan kafeinnya dan berakibat sakit kepala berlebihan.
Dan seorang ahli pengobatan alternatif, warga itu disarankan untuk mencoba khasiat buah mengkudu yang pohonnya banyak tumbuh liar di sekitar desa itu. Dan buku, juga diketahui bahwa buah mengkudu berkhasiat salah satunya dapat menyembuhkan penyakit kanker, maag, dan hipertensi.


Lantas dicobalah untuk membuat perpaduan buah rnengkudu dan kopi. Setelah dipraktekkan dan dikonsumsi oleh penderita itu selama setahun, hasilnya keluhan sakit kepala hilang dan sembuh hipertensinya.
Dan hal itu, Kelompok Wanita Tani setempat dengan dibina oleh Dinas Perkebunan mencoba untuk memproduksi kopi itu untuk dikomersialkan. Untuk proses pembuatannya sendiri masih dilakukan secara manual dikarenakan keterbatasan dana untuk membeli peralatan yang lebih maksimal.
Prosesnya sendiri cukup sederhana. Biji kopi robusta dan biji mengkudu yang kering disangrai hingga berwarna coklat. Buah mengkudunya sendiri diiris tipis dan dijemur hingga kering, biasanya selama dua hari. Keduanya kemudian dihaluskan dengan diselip atau ditumbuk, sehingga jadilah kopi mengkudu yang menyehatkan.

Hanya saja, untuk produksinya kini masth sedikit dan pemasarannya masih di pasar lokal karena kebun kopi di kawasan ini sendiri hanya seluas kurang dan satu hektar. Sebagai bahan perbandingan telah ada pabrik penghasil minuman kopi mengkudu di Pontianak, Kalimantan Barat. Kopi mengkudu ini kemudian dikemas berbentuk serbuk, per bungkus berisi 100 gram dengan harga Rp. 15.000,-. Sedangkan di Kelompok Wanita Tani Sukajati, hasil olahan kopi mengkudu ini dijual dengan harga Rp. 60.000 per kilogram. Meski masih menjadi usaha sampingan, kopi mengkudu ini telah mampu mendatangkan nilai tambah bagi rumah tangga tani yang perpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani di pedesaan.

 

Leave a Reply