Archive for September, 2008

Kopi Mengkudu Buat Kesehatan

Terobosan yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT), Banjar Sukajati, Desa Taman, Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, boleh diacungi jempol. Tak sekadar memasarkan kopi kemasan konvensional, mereka mencoba produk baru dengan perpaduan antara kopi murni dan buah mengkudu yang selama ini masih banyak terbuang. Hasilnya pun dinamakan kopi mengkudu karena merupakan hasil campuran buah mengkudu asli dengan biji kopi robusta, petik merah pilihan.

Kepala Desa Taman, mengisahkan awal mula digagasnya kopi mengkudu ini. Pada tahun 2007, seorang warga setempat menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi akibat kecanduankopi. Sehari-harinya, warga itu lebih senang mengkonsumsi kopi murni yang tinggi kandungan kafeinnya dan berakibat sakit kepala berlebihan.
Dan seorang ahli pengobatan alternatif, warga itu disarankan untuk mencoba khasiat buah mengkudu yang pohonnya banyak tumbuh liar di sekitar desa itu. Dan buku, juga diketahui bahwa buah mengkudu berkhasiat salah satunya dapat menyembuhkan penyakit kanker, maag, dan hipertensi.


Lantas dicobalah untuk membuat perpaduan buah rnengkudu dan kopi. Setelah dipraktekkan dan dikonsumsi oleh penderita itu selama setahun, hasilnya keluhan sakit kepala hilang dan sembuh hipertensinya.
Dan hal itu, Kelompok Wanita Tani setempat dengan dibina oleh Dinas Perkebunan mencoba untuk memproduksi kopi itu untuk dikomersialkan. Untuk proses pembuatannya sendiri masih dilakukan secara manual dikarenakan keterbatasan dana untuk membeli peralatan yang lebih maksimal.
Prosesnya sendiri cukup sederhana. Biji kopi robusta dan biji mengkudu yang kering disangrai hingga berwarna coklat. Buah mengkudunya sendiri diiris tipis dan dijemur hingga kering, biasanya selama dua hari. Keduanya kemudian dihaluskan dengan diselip atau ditumbuk, sehingga jadilah kopi mengkudu yang menyehatkan.

Hanya saja, untuk produksinya kini masth sedikit dan pemasarannya masih di pasar lokal karena kebun kopi di kawasan ini sendiri hanya seluas kurang dan satu hektar. Sebagai bahan perbandingan telah ada pabrik penghasil minuman kopi mengkudu di Pontianak, Kalimantan Barat. Kopi mengkudu ini kemudian dikemas berbentuk serbuk, per bungkus berisi 100 gram dengan harga Rp. 15.000,-. Sedangkan di Kelompok Wanita Tani Sukajati, hasil olahan kopi mengkudu ini dijual dengan harga Rp. 60.000 per kilogram. Meski masih menjadi usaha sampingan, kopi mengkudu ini telah mampu mendatangkan nilai tambah bagi rumah tangga tani yang perpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani di pedesaan.

 

Kuta Karnival Masuk Agenda Visit Indonesia Year 2008

Pantai Kuta

Pantai Kuta

Kuta Karnival akan dipromosikan sebagal destinasi pariwisata ke dunia internasional, karena kegiatan ini juga sudah masuk kalender sebagal pendukung Visit Indonesia Year 2008. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Panitia Kuta Karnival 2008, melalui Kuta Karnival, generasi muda ingin menunjukkan kegiatan positif mendukung pengembangan pariwisata kita.Kuta Karnival yang sudah berlangsung sejak 2003, mendapat dukungan positif dan masyarakat Kuta dan Legian, daerah yang dikenal sebagai perkampungan orang asing di Bali. Kegiatan yang mengangkat seni budaya Bali itu, tahun ini akan berlangsung 10 hari, mulai 18 Oktober mendatang. Melalui kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan hal baru bagi turis asing yang berlibur. Wakil Bupati Badung mengatakan, pihaknya memberi dukungan baik secara moril maupun materiil atas penyelenggaraan Kuta Karnival ke-6 tahun 2008, sebagai mendukung pemulihan dunia paniwisata Bali di dunia internasional.

Kuta Karnival sebagai kegiatan internasional agar terus ditumbuhkembangkan demi kemajuan pariwisata Bali, yang selama ini terpuruk akibat ledakan Bom Bali 2002. Dengan semakin banyaknyak kegiatan seni budaya yang muncul di Pulau Dewata, dapàt dipastikan akan mampu rnenarik niat masyarakat internasional untuk melakukan perjalánan wisata, dan berlibur beberapa hari Bali.

Badan Pusat Statistik Bali. mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang terbang langsung dari negaranya ke Bali selama Januani-Juli 2008 sebanyak 1.110.251 orang, bertambah dari periode sama tahun 2007 hanya 91 2.720 orang. Bali optimis bisa memenuhi sasaran kedatangan wisman tahun 2008 yang ditetapkan pemerintah sebanyak 1,9 juta, bahkan bisa di atas dua juta karena menjelang akhir tahun wisman biasanya . lebih ramai ke Bali. Peningkatan kunjungan wisman tujuh bulan awal 2008, lebih baik dan tahun-tahun sebelumnya. Ini menandakan Bali yang menghandalkan keindahan alam, seni budaya dan keramahtamahan penduduknya semakin terjamin keamanannya. Wisman yang datang ke Bali, 95 persen hanya untuk berlibur, masih didominasi oleh masyarakat internasional asal Asia Pasifik seperti Jepang, Australia, Malaysia, Taiwan termasuk asal Republik Rakyat China.